????????????????????????????????????

Polisi bersenjata melakukan patroli di bekas kebakaran untuk mengantisipasi aksi penjarahan. ( Foto : El )

INDRALAYA,HS – Banyaknya aksi penjarahan saat terjadi kebakaran Pasar Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (24/9), sekitar pukul 17.00 WIB dikeluhkan para pedagang pasar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang, petugas Polres Ogan Ilir bersenjata lengkap dikerahkan dan ditempatkan dibeberapa titik di lokasi kebakaran.

Keluhan penjarahan barang seperti yang diutarakan Mur (43), warga Indralaya pemilik Toko Batik. Menurutnya, saat kejadian ada beberapa orang ikut masuk ke dalam tokonya dan mengangkut pakaian yang berada di dalamn karung.

“Kondisi saat malam mati lampu, ada yang masuk pura-pura bantu dan setelah dilihat tidak tau lagi kemana barangnya. Patung untuk memajang baju juga sudah lenyap,” keluhnya.

Dirinya berharap, petugas Polres OI mengamankan beberapa toko yang masih ada barang dagangannya. “Saya berharap polisi terus patroli di pasar agar bisa antisipasi penjarahan,” ujarnya.

Disinggung kerugian, Mur menjelaskan, dirinya secara rinci belum bisa memastikan, namuan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. “Kalau kerugian sekitar puluhan juta, mudah-mudahan segera dibangun kembali dan kami bisa kembali berdagang,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres OI AKBP Arief Rifai didampingi Kasatreskrim AKP Ginanjar saat dikonfirmasi mengatakan, sejak kejadian pihaknya menerjunkan petugas kepolisian baik untuk ikut memadamkan api maupun mengamankan barang milik pedagang dari aksi penjarahan.

“Ya, sejak kejadian petugas langsung dikerahkan. Kita berbagi, ada yang memadamkan, mengamankan barang pedagang dan mengatur arus lalulintas,” ujarnya.

Untuk sumber api, lanjut Kapolres, diduga akibat arus pendek listrik disalah satu los. “Kami menghimbau kepada pengelola pasar dan penghuni kios untuk lebih memperhatikan sistem keamanan seperti listrik dan lainnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  lapak dan kios di Pasar Indralaya,  Kabupaten Ogan Ilir,  Sabtu (24/9),  sekitar pukul 17.45 WIB dilalap si jago merah.

Belum diketahui pasti penyebab kebakara yang meluluhlantakkan ratusan lapak dan kios milik pedagang pasar.

Tidak ada korban jiwa salam kebakaran tersebut dan diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (eL)