MUARAENIM, HS – Antusiasme bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk Pilkada Muaraenim tahun 2018, sangat luar biasa.  Pendaftaran bakal calon yang dilakukan oleh DPC PDIP Muaraenim, sedikitnya sudah menjaring enam peserta.
Pengambilan formulir pendaftaran Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Muaraenim periode 2018-2023, dibuka di Kantor Graha Merah DPC PDIP Kabupaten Muaraenim, Senin (8/5) sekitar pukul 14.00.
Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum menerima para bakal calon kandidat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Muaraenim tersebut, para pengurus DPC PDIP Muaraenim yang dipimpin oleh Ketua DPC PDIP Muaraenim Aries HB sempat melakukan rapat interen.
Dan selama rapat, beberapa calon kandidat sudah mulai merapat seperti incumbent Wabup Muaraenim, H Nurul Aman SH, Kolonel CZI Komarudin Djinab (adik alm Kalamudin Djinab mantan Bupati Muaraenim), dan empat kandidat dari kader intern DPC PDIP Muaraenim yakni Ketua DPC PDIP Muaraenim, Aries HB SE, Wakabid Kehormatan DPC PDIP Muaraenim, Thamrin AZ SH (mantan Ketua DPC PDIP), Iswanto, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Muaraenim, dan Ahmad Imam Mahmudi, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDIP Muaraenim.Menurut Ketua DPC PDIP Muaraenim, Aries HB SE didampingi Sekretaris Indra Gani dan Bendahara, Liono Basuki, bahwa sesuai jadwal yang telah ditentukan partai, DPC PDIP Kabupaten Muaraenim akan membuka pendaftaran dan penjaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Muaraenim periode 2018-2023, dari tanggal 8 – 28 Mei 2017.

Untuk pengembalian berkas dari tanggal 29 Mei – 5 Juni 2017 di Kantor DPC PDIP (Graha Merah), setiap hari kerja dari pukul 10.00 – 16.00.
“Jadi waktunya masih panjang, kita terbuka, jika mau mendaftar silahkan datang ke kantor DPC PDIP Muaraenim,” ujar Ketua DPC PDIP Muaraenim, Aries.
Menurut Aries yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim ini, pola dan mekanisme penjaringan yang dilakukan oleh PDIP, adalah akan memberikan kesempatan yang sebesarnya-besarnya kepada masyarakat yang ingin maju dan berjuang bersama PDIP untuk maju pada Pilkada Muaraenim mendatang.
“Tidak ada syarat khusus, semuanya standar, namun ada penekanan semua calon kepala daerah harus bersih dari narkoba,” ujarnya.
Ditambahkan oleh Yadi, dari pengurus DPD PDIP Sumsel, bahwa meski PDIP terbuka lebar untuk calon kandidat dari luar partai, namun PDIP tetap memprioritaskan kader partai baik itu calon Bupati dan Wabup, dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh partai apakah layak atau tidak untuk maju mewakili partai.
Nanti akan ada analisa sendiri dari partai dan itu merupakan kewenangan DPP bukan kewenangan DPC ataupun DPD. “Untuk disosialisasikan ke masyarakat supaya bisa sebanyak mungkin putra dan putri terbaik yang ingin memajukan Kabupaten Muaraenim,” ujarnya.
Wabup Muaraenim, Nurul Aman, yang juga mengambil formulir di PDIP mengatakan, meski pembukaan pendaftaran selama 20 hari, namun pihaknya sengaja datang paling awal sebagai keseriusan untuk maju sebagai calon kandidat Bupati Muaraenim melalui PDIP.
Selain itu juga, ia masih mempunyai ikatan emosi dan sejarah dengan PDIP sebagai partai yang ikut andil menjadikannya sebagai Wakil Bupati Muaraenim dua periode dan pernah membesarkan dan dibesarkannya ketika ia menjabat sebagai Ketua DPC PDI.Dan tujuan dirinya maju kembali, karena ia ingin berkiprah lebih jauh lagi didalam membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Muaraenim.

“Sebelum menjadi PDIP, dulu saya pernah menjadi kader dan menjabat sebagai Ketua DPC PDI Muaraenim. Makanya meski baju saya hijau, tetapi darah saya masih merah,” ujar Ketua DPC PPP Muaraenim ini.
Hal senada dikatakan oleh salah satu kandidat calon Bupati Muaraenim, Kolonel CZI Komarudin Djinab, bahwa sebagai putra daerah ia ingin melanjutkan program almarhum H Kalamudin Djinab yang belum tuntas ketika ia menjabat sebagai Bupati Muaraenim.
Salah satu programnya adalah akan membangun infrastruktur, kesehatan dan pendidikan yang lebih komfrehensif.
Dan ketika ditanya apakah akan mundur dari kesatuan ketika mencalonkan diri sebagai kepala daerah Muaraenim, Komarudin mengatakan tentu dirinya akan mundur, jika sudah pasti maju pada saat mengembalikan formulir.
“Saya sekarang masih aktif berdinas di Mabes AD, jika sudah pasti maju, baru saya mengundurkan diri,” ujar Komarudin. (EDW)