PALEMBANG,HS – Tempat wisata Pedestrian Ampera Palembang yang dibangun sejak empat bulan lalu kondisinya kini sangat memprihatinkan. Kerusakan di berbagai sudut destinasi wisata kekinian itu seakan dibiarkan terbengkalai oleh pihak terkait tanpa ada perbaikan.
Dari pantauan dilapangan,  Kamis (1/11/2018) kerusakan Pedestrian Ampera terjadi pada belasan pagar pembatas rusak yang ringsek dari semen penyangganya, lampu taman pun nampak lepas dan jam analog Ampera di bagian seberang ulu tak lagi berfungsi lantaran mati.
Tak pelak, akibat kondisi tersebut membuat wajah Pedestrian Ampera tak lagi indah seperti awal tempat wisata ini dibangun sebagai infrastruktur penunjang Asian Games 2018.
Sejumlah masyarakat pun sangat menyanyangkan melihat kondisi rusaknya fasilitas umum tersebut dan berharap pihak terkait jangan berdiam diri melihat Pedestrian Ampera rusak.
“Sayang sekali Pedestrian Anpera kan tempat wisata bagus tetapi cepat rusak. Padahal umurnya belum sampai setengah tahun, tetapi kondisinya sudah begini,” ujar Regen seorang warga Plaju Palembang.
Rani warga Kertapati lainnya mempertanyakan kepada pihak terkait kenapa kondisi ini bisa terjadi hingga berlarut-larut. Padahal, sudah ada biaya perawatan atau tindak cepat dari pihak terkait ketika fasilitas umum rusak.
“Untuk perbaikan fasilitas umum tentu ada anggarannya, tetapi kenapa dibiarkan terbengkalai. Saya harap pihak terkait harus cepat turun tangan untuk melakukan perbaikan,” harapnya
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  Jembatan Metropolis,  Suwarno mengatakan, jam analog mati sudah dua hari ini karna listriknya mati, ada masalah dan tidak hidup.
“Ya, jam analog digerakkan pakai tenaga listrik bukan tenaga batere,” ujar Suwarno saat dikonfirmasi Rabu (1/11/2018).
Ia juga mengatakan, untuk besi pembatas yang didekat pylon memang sengaja dibongkar pihaknya, untuk mengeluarkan sampah dan barang – barang yang ada didalam pylon,
“Kalau sudah dibereskan kita akan pasang lagi seperti semula,” pungkasnya
Ia menambahkan, Tidak ada pembiaran yang kami lakukan, semua masih dalam pengawasan kami dan kalau ada kerusakan bukan akibat vandalisme itu tanggung jawab kontraktor.
“Kalau akibat vandalisme mohon dikasih berita juga supaya masyarakat ikut sadar jangan merusak fasilitas umum yang sudah dibuat,” Tutupnya