BATURAJA, HS– Hujan deras mengguyur Kota Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (21/2) malam mulai pukul 20.00 hingga 23.00 Wib.

Pantauan dilapangan, derasnya hujan diiringi angin kencang itu juga disertai suara petir dan geluduk keras.

Bukan hanya itu, beberata titik pemukiman warga di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini juga mengalami banjir yang mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Misalnya di kawasan RS Holindo dan RS Sriwijaya. Ketinggian air sudah mencapai di atas lutut orang dewasa. Genangan air bukan hanya sampai perkarangan saja. Bahkan ada juga genangan air yang sudah sampai masuk ke rumah warga.

Daerah ini seakan sudah menjadi langganan banjir saja saat hujan deras mengguyur Kota Baturaja. Kondisi ini sering dikeluhkan warga, namun sampai saat ini belum mendapatkan solusi.

Kepala BPBD OKU, Hemni Rusdi melalui Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan, Mailan Purna saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/2)  menceritakan, data yang didapatnya ada beberapa titik banjir di Baturaja. Antara lain, kawasan RS Holindo, RS Sriwijaya, Kelurahan Sepancar, Perumahan Guru, Kampung Baru, Air Paoh, Air Karang dan beberpa tempat lainya.

Banjir pasca hujan deras ini kata Melan, memang tidak menyeluruh namun sebagian wilayah tadi terkena dampak banjir. “Rata-rata genangan air mencapai di atas lutut orang dewasa,” kata Mailan sembari mengakui kawasan RS Holindo dan RS Sriwijaya jika pasca hujan deras kerap pemukiman warga terkena dampak banjir.

Tetapi biasanya genangan air itu biasa terjadi sekitar 2 jam sampai 3 jam selebihnya akan kembali normal. Penyebabnya kata dia, antara lain karena debit air dengan saluran pembuangan tidak seimbang. “Banjir terjadi paling parah di RS Sriwijaya  Blok I dan Blok T. Ketinggian air ada yang sudah sampai pinggang orang dewasa,” ceritanya.

Menyikapi hal ini kata Mailan, pihaknya menurunkan 84 orang petugas relawan dan PNS di BPBD OKU. Selain itu juga menurunkan dua unit kendaraan roda empat, enam unit kendaraan roda dua, serta dua unit perahu karet untuk membantu warga yang terkena dampak banjir. (Yuni)