PALEMBANG,HS – Dibulan Ramadan ini, zat berbahaya pada makanan seperti formalin, bourax dan pewarna makanan sering menjadi temuan bukan hanya di Jakarta tetapi juga di Kota Palembang.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Besar Pengawasn Obat dan Makanan (BBPOM) Sumsel, Arnold Sianipar saat dijumpai di Pemprov Sumsel, Senin (29/5),

Dikatakannya, berdasarkan pengawasan tahun 2016 lalu, banyak penjual dan agen yang telah ditindak tegas seperti pencabutan izin usaha karena menjual makanan dengan zat yang berbahaya seperti formalin, bourax, pewarna dan lain sebagainya.

“Saya tidak tahu persis jumlahnya karena saya tidak bawa datanya,” katanya.

Meskipun begitu, pihaknya akan berupaya meminimalisir agar peredaran makanan dengan zat berbahaya ini dapat berkurang dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada pasar bedug dan juga supermarket untuk Parcel serta bahan makanan lainnya.

“Jika memang ada makanan yang terbukti mengandung zat berbahaya tentu kami akan sita makanan tersebut,” tegasnya.

Sedangkan untuk pedagangnya, pihaknya akan menanyakan mendapatkan makanan tersebut dari mana sehingga akan ditelusuri sampai ke akarnya. Arnold menambahkan, ada lebih 12 pasar bedug yang nantinya akan di sidak. Namun, ia menerangkan lebih lanjut untuk jadwal dan lokasi yang akan disidak.

“Tahun lalu setiap pasar itu biasanya ada saja makanan yang berbahan zat berbahaya ini. Tapi, yang paling banyak untuk tahun 2016 lalu itu di Pasar Bedug di Jalan Ratna Palembang,”tegasnya (MDN)