PALEMBANG,HS – Berdasarkan Data terupdate dan informasi dari LAPAN pada 18 juni 2017 tercatat ada 7 titik hot spot seperti di muaraenin 1 titik, Ogan Komering Ilir 1 titik, 2 titik dibanyuasin dan 3 titik di Pali,

Sementara pada 19 Juni 2017 terdapat titik panas yakni 1 di Ogan Komering Ulu, dan 4 titik di PALI. Kemudian, Pada 20 Juni 2017 terpantau titik api yakni 1 OKU Timur dan 1 titik di Prabumulih.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah mengakui, saat ini memang terjadi peningkatan titik hotspot di beberapa wilayah yang memang menjadi rawan karhutla. Seperti, Muara Enim, Muba, Lahat dan OI.

“Hot spot tidak hanya di lahan gambut tetapi juga lahan mineral,” katanya, sabtu (1/7),

Menurutnya, jumlah hotspot ini diperkirakan akan meningkat. Mengingat, Juli ini sudah memasuki musik kemarau. Bahkan, belum lama ini terjadi kebakaran hutan  dan lahan seluas sekitar 20 hektar di Kabupaten Ogan Ilir. Namun tim bergerak cepat dengan segera melakukan penanggulangan dengan turun ke lapangan untuk mengecek lapangan dan memadamkan kebakaran.

“Tim langsung turun ke lapangan untuk memadamkan,” ucapnya

Ia juga menambahkan, Selain itu pihaknya pun melakukan waterbombing menggunakan Helikopter Bolkow bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedepan, pihaknya akan semakin rutin melakukan patroli guna mengantisipasi titik ati sejak awal. Disamping pihaknya melakukan rekayasan cuaca, guna membahasi lahan.

“Antisipasi dini, terus dilakukan,” sebutnya.

Lanjutnya, Disamping pada tahun ini pengawasan areal akan lebih diperluas, tidak hanya difokuskan atas lahan gambut, yang banyak terdapat di Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin namun juga difokuskan ke lahan mineral seperti Muara Enim dan daerah lainnya.

”Pengawasan dan antisipasi akan diintensifkan juga dilahan mineral, seperti di Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Musi Rawas Utara,” ucapnya.

Berdasarkan data yang ada di BPBD Provinsi Sumsel luas kebakaran Tahun 2016 mencapai 978,36 Hektar. Rinciannya, Banyuasin 82,95 Hektar, Lahat 6 Hektar, Muara Enim 7 Hektar, Musi Banyuasin 419,85 Hektar, Musi Rawas 156,5 Hektar, Musi Rawas Utara 47 Hektar, Ogan Ilir 43,65 Hektar, Ogan Komering Ilir 213,31 Hektar, dan Penukal Abab Lematang Ilir 2,1 Hektar. “Seluruh instansi terkait, terutama perusahaan yang mempunyai lahan harus dapat lebih fokus mengawasi dan menjaga lahan konsesinya,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengakui bahwa hot spot saat ini mulai terpantau. Seperti di OI dan Muba. Tapi tim dilapangan pun sudah siap Karena-nya hot spot langsung bisa dipadamkan. “

Disamping itu, kata dia, untuk mengantisipasi Karhutla, pihaknya akan mengeluarkan Surat Keputusan untuk status siaga penanggulangan karhutla di Sumselnya.

”Yang jelas, dirinya memastikan bahwa pihaknya berkomitem untuk zero asap seperti 2016 lalu. Untuk itu, diperlukan koordinasi seluruh lini,” tegasnya (MDN)