Kondisi Jalintim OKI yang kembali rusak padahal belum setahun diperbaiki.

Kondisi Jalintim OKI yang kembali rusak padahal belum setahun diperbaiki.

OKI, HS – Belum satu tahun diperbaiki, kini ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI sudah mulai berlubang. Bahkan, lubang besar tersebut membahayakan pengendara yang melintas.

Tak ayal, akibat lubang besar itu, implikasi kendaraan truk terbalik hingga macet panjang menghantui tiap pengendara melintas.

Pantauan di lapangan, kerusakan jalan negara terjadi di beberapa titik seperti di Jalintim Kayuagung, jalan di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, dan lainnya. Bahkan dalam tiga hari terakhir ada sejumlah kendaraan truk terbalik di Desa Dabuk Rejo lantaran menghindari jalan berlubang berkedalaman lebih dari 30 centimeter.

Kerusakan Jalintim makin diperparah dengan kondisi curah hujan tinggi melanda Kabupaten OKI. Ironis, banyak kendaraan besar terjebak dalam lubang yang cukup dalam itu hingga menyebabkan kendaraan terbalik.

“Dua hari terakhir ini ada dua truk yang terbalik, gara-gara menghindari lubang cukup dalam. Untung saja, saya membawa truk ini aman-aman saja. Hanya saja, dari Dabuk Rejo menuju Kayuagung memakan waktu 5jam lantaran macet panjang ,”kata Maradon, warga Karya Baru Palembang, Senin (28/11).

Sopir truk ini mengaku membawa muatan sembako ini dari Jakarta menuju ke Palembang. Kondisi Jalintim OKI saat ini dinilai sangat parah. Padahal Jalintim OKI ini diperbaiki belum sampai setahun.”Saya sering melintasi Jalintim OKI ini. Sebelum Idul Fitri, memang kondisi Jalintim OKI bagus. Tapi beberapa bulan kemudian kembali rusak,”terangnya.

Dia hanya berharap pemerintah tidak menghamburkan uang hanya untuk memperbaiki Jalintim OKI jelang Idul Fitri saja tanpa melakukan pengawasan melekat terhadap kontraktor yang mengerjakan Jalintim OKI.

Kapolres OKI, AKBP Amazona P SH SIk melalui Kasat Lantas Polres OKI, AKP Polin Pakpahan SH SIk ketika dikonfirmasi membenarkan penyebab kemacetan terjadi akibat jalan rusak, khususnya di sepanjang Lempuing dan Kayuagung, maupun beberapa titik jalan lainnya.

Untuk menjaga agar lalulintas di wilayah Lempuing dan Mesuji berjalan lancar, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polsek dan PJR Polda Sumsel guna melakukan pengaturan lalu lintas. “Kemacetannya mencapai 2 km, baik dari arah Kayuagung maupun dari Lampung,” tutur AKP Polin.

Disamping itu pula, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PU Bina Marga OKI agar bisa menyampaikan dan segera melakukan perbaikan ulang terhadap jalan yang belum setahun sudah rusak dan membahayakan pengendara melintas.

“Kalau sementara ini kita hanya bisa menghimbau pengendara untuk tidak saling mendahului kendaraan satu dengan kendaraan lain guna mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang,” ujar Kasat.

Terpisah, PPK Meranjat-Kayuagung Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah III Sumsel, Cecep Irwansyah dihubungi selulernya tidak dalam keadaan aktif. Sedangkan Kepala Dinas PU Bina Marga OKI, Ir H Hapis MM mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pihak kepolisian. Namun memang jalan tersebut merupakan jalan negara.

“Akan kita sampaikan ke pihak provinsi dan pusat terkait kondisi jalan sekarang yang sudah mulai berlubang,” jelasnya. (TOM)