1-1

Beni Hernedi, Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan saat mengunjungi situs Prasasti Talang Tuwo yang belum terurus. Foto: Taufik Wijaya

Haluan Muba -Beni Hernedi, Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menilai kebesaran Kerajaan Sriwijaya pada masa lalu karena kemampuan kerajaan tersebut mengelola kekayaan alam dari peradaban pegunungan dan pesisir.

“Peradaban pegunungan itu peradaban yang berkembang di Bukit Barisan, dan pesisir yang kita kenal sebagai peradaban Musi,” kata Beni saat mengunjungi situs Prasasti Talang Tuwo, di Desa Talangkelapa, Palembang, akhir Juli 2016.

“Hasil bumi atau kekayaan alam, termasuk manusia dan ilmu pengetahuannya, yang menjadi kekuatan utama Sriwijaya dalam mengelola perdagangan di Asia Tenggara. Kekayaan alam di Bukit Barisan dan Musi ini yang menurut saya sebagai salah satu inspirasi lahirnya Kerajaan Sriwijaya,” ujarnya seperti diberitakan MONGABAY.

Lebih lanjud beni menjelaskan peradaban Musi tersebut masih tersisa pada Kabupaten Muba. Sebab, sebagian besar Sungai Musi itu berada di wilayah Kabupaten Muba dan permukimannya sama tua dengan wilayah Palembang, bahkan ada yang lebih tua.

Pada masa Kerajaan Sriwijaya, pengelolaan kekayaan alam ini cukup baik. Selain adil bagi rakyatnya, juga sangat menjaga kelestarian lingkungan hidup. “Ini tercermin dari isi Prasasti Talang Tuwo yang dibuat Raja Sriwijaya saat meresmikan Taman Sriksetra, dua tahun setelah pendirian Kerajaan Sriwijaya pada 682 Masehi.

Terkait hal tersebut, Beni bertekad mewujudkan pengelolaan kekayaan alam seperti yang dilakukan Kerajaan Sriwijaya.

“Konsep ini sejalan dengan apa yang dicanangkan Presiden Jokowi dan Gubernur Alex Noerdin tentang pembangunan yang berbasis kelestarian lingkungan hidup dan berkelanjutan, Saya ingin mengelola kekayaan alam di Musi Banyuasin seperti yang dilakukan Kerajaan Sriwijaya dan Saya ingin kebangkitan Sriwijaya tercermin pada Kabupaten Muba,” katanya.

Bagaimana caranya?

Selain mendukung perwujudan Taman Pra-Sriwijaya, pembangunan ekoregion di Muba yang dijalankan Pemerintah Sumatera Selatan, serta pemerintahannya akan menjalankan program Dana Abadi SDA Sumber Daya Alam (SDA). Program ini merupakan upaya menyimpan dana hasil pemanfaatan SDA, baik yang dilakukan pemerintah maupun pelaku usaha.

“Tentunya dana ini dikumpulkan dari berbagai usaha pengelolaan alam yang tidak bermasalah, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup,” kata Beni.

Beni yakni hal ini akan terwujud, “Sebab Muba memiliki hampir semua kekayaan alam. Apa yang tidak tumbuh di Muba? Apa yang tidak ada di Muba? Migas banyak, emas ada, batubara banyak. Kini, tinggal bagaimana mengelolanya secara baik, mampu mensejahterakan rakyat dan lingkungan menjadi lestari,” katanya.

Guna mewujudkan hal ini, kata Beni, dia akan melakukan musyawarah dengan semua elemen pemerintahan maupun masyarakat di Muba. “Kita akan bermusyawarah dari desa hingga gedung dewan. Kita akan mencari berbagai masukan. Mulai dari besaran dana atau pembagian hasil yang disimpan, hingga apa saja yang dapat dibiayai oleh dana abadi tersebut,” tukasnya.

Terpisah, Nurhadi Rangkuti dari Tim Spirit Sriwijaya untuk Pelestarian Lingkungan Hidup mengatakan, Taman Pra-Sriwijaya di Muba merupakan bagian DAS (Daerah Aliran Sungai) Lalan dan Sembilang. Tepatnya di daerah Karangagung Tengah.

“Di lokasi tersebut merupakan wilayah penemuan situs Kerajaan Sriwijaya. Selain itu juga, penemuan situs berharga berada di lahan milik warga dan beberapa titik di lokasi perkebunan,” paparnya.

Editor : Sonny

 

Sumber : http://www.mongabay.co.id/2016/08/04/sriwijaya-berjaya-karena-kelola-kekayaan-alam-dengan-benar-bagaimana-sekarang/