benih-padi-ilustrasi-_120802124545-820

Haluan Muaraenim – Kelompok Tani Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan mengeluhkan lambannya distribusi benih bantuan musim tanam awal tahun 2016 oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaraenim.

Dari data yang dihimpun terdapat sebanyak 2.000 hektar lahan, dimana setiap lahannya membutuhkan 25 kilogram benih padi. Jika dikalkulasikan maka,sebanyak  50.000 kg atau 50 ton benih bantuan harus dipersiapkan.

Perwakilan kelompok Tani Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim Mansyur  mengatakan, seharusnya distribusi benih sudah diterima petani pada bulan April – Mei 2016 lalu.

“Namun bantuan benih ini tak kunjung datang, sementara para kelompok tani harus melakukan penanaman,” terangnya, Jumat (5/8/2016).

Adanya temuan lambannya distribusi benih ini mendapat tanggapan miring dari LSM PPPME Muaraenim. Anggota LSM PPPME, Candra menduga indikasi fiktif dalam pengadaan barang dan jasa  bibit benih padi yang diserahkan kepada pihak ketiga.

“Hal ini dapat dilihat dari detail paket pengadaan dinas tersebut yang terdapat persamaan namun harganya berbeda,” ulasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Emil P saat dikonfirmasi via ponsel tidak memberikan tanggapan terkait belum diterimanya barang jasa yang diperuntukkan kepada kelompok tani tersebut. (Edward)