PALEMBANG,HS –  Bentuk Protes Matinya keadilan, Puluhan warga membawah Dua buah makam yang berisikan dua orang lengkap dengan papan nama serta tauran bunga tampak berjejer ditengah kerumunan masa.
Dua buah makam yang berjejer di kantor Gubernur tersebut bukanlah kuburan orang meninggal sesungguhnya, melainkan aksi protes dari masyarakat Komering yang kecewa dengan adanya dugaan perampasan tanah oleh mafia di tempat tinggal mereka.
Sebagai bentuk protes atas matinya keadilan, dua makam yang berisikan orang sengaja diletakkan di halaman Kantor Gubernur Sumsel. 
Ketua Aksi, Jaimarta mengatakan aksi kubur diri ini bentuk protes dari matinya keadilan daerah di Komering dimana beberapa desa disana diklaim sudah banyak yang hilang karena diserobot oleh mafia tanah. Maka dari itu masyarakat meminta tanah tersebut dikembalikan kepada fungsi sesungguhnya untuk masyarakat. 
“Aksi kubur diri untuk menuntut tanah-tanah Komering agar dikembalikan ke masyarakat. Nah aksi kubur diri ini sebagai bentuk protes matinya keadilan,” katanya. 
Ia menjelaskan, hilangnya tanah di Komering ini karena diserobot oleh PT  Laju Perdana Indah (LPI). Pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT LPI  menyisakan banyak luka di tanah masyarakat Komering karena meninggalkan setumpuk konflik agraria yang hingga kini belum selesai. 
Jaimarta mencontohkan,  Desa Gampang Tiga ulu berkonflik seluas 1322 Ha,  Desa Betung Timur 564,675 Ha. 
Berdasarkan persoalan tersebut masyarakat meminta kepada Gubernur untuk meminta bongkar mafia tanah,  kembalikan tanah rakyat Komering yang dirampas oleh PT LPI,  selesaikan konflik agraria tanah masyarakat Gampang Tiga OKU Timur seluas 1322 Ha. 
“Kami minta pak Gubernur keluarkan desa-desa Komering dari aeral Konsesi HGU,  kembalikan tanah rakyat yang dirampas paksa dan cabut HGU PT LPI jika tidak mampu selesaikan persoalan ini,” tegasnya. 
Asisten I Gubernur Sumsel,  Akhmad Najib mengatakan pihaknya menyambut baik aksi dari masyarakat Komering tersebut dan akan segera melaporkan ke Gubernur Herman Deru. 
” Kami minta masyarakat bersabar,  Jumat nanti kita akan panggil PT LPI untuk mendengarkan penjelasan mereka soal permasalahan ini,” tutupnya