Kepala DLHD Empatlawang, Mgs A Nawawi.

EMPATLAWANG, HS – Pelaku pembuang sampah sembarangan di Kecamatan Tebing Tinggi siap-siap menerima malu akibat perbuatannya. Pasalnya pada tahun 2017 ini Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Empatlawang akan memberlakukan sanksi sosial dengan mengupload foto para pelaku pembuang sampah sembarangan itu ke jejaring sosial yang akan dibuat oleh DLHD Empatlawang.

Kepala DLHD Empatlawang, Mgs A Nawawi mengatakan permasalahan sampah di Empatlawang masih menjadi perhatian khusus. Sebab volume sampah di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati tergolong tinggi mencapai 16 ton per hari campuran dari sampah organik dan non organik.

“Itu termasuk sampah rumah tangga, kita masih mengupayakan solusi agar kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Terkit dengan hal itu, mulai 2017 jelas Nawawi, pihaknya akan upayakan sanksi moral bagi masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, sanksi ini dengan membuat situs jejaring sosial untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan khususnya yang berada di Pasar Tebing Tinggi.

Caranya, dengan mengambil foto saat ada masyarakat membuang sampah sembarangan, lalu di unggah ke media sosial (medsos), “Masih berani buang sampah sembarangan di Tebing Tinggi, siap-siap malu, ini biar menjadi efek jera, timbul kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Metode medsos, imbuh Nawawi, mengingat untuk di Empatlawang jika ingin membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan membuang sampah sembarangan, itu akan sia-sia saja, karena kesadaran masyarakat Empatlawang ini masih kurang akan kebersihan.

“Sekarang ini kita hanya sebatas memberikan himbauan kepada masyarakat, terutama para pedagang yang di pasar itu, supaya tidak membuang sampah sembarangan, nanti kalau sudah disosialisasi terus baru kita terapkan sanksinya,” katanya.

Sebagai informasi, tahun 2017  DLH Empatlawang akan membeli 1 mobil sampah tambahan, sebab saat ini DLH hanya memiliki 5 mobil dump truck dan 4 becak motor (Bentor) untuk pengangkut sampah. Tapi 1 mobil dump truck kita dalam keadaan rusak. “Jadi cuma 4 mobil yang beroperasi mengangkut 16 ton sampah setiap hari,” ujarnya.

Menurut Nawawi pihaknya juga akan mengoperasikan 5 kontainer untuk dijadikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah. Sebab, TPS yang lama, menurut Nawawi, akan ditutup. Sebab selain karena kantor kebersihan sudah pindah dari DPK3 ke DLH, juga lantaran TPS lama sangat tidak strategis berada tepat berada di tepi jalan poros di samping kantor DPK3 Empatlawang.

“Iya sangat tidak cocok, ganggu pandangan dan penciuman, makanya kita telah siapkan 5 kontainer yang akan kita jadikan tps. Kita lagi cari titik-titik yang cocok,” tukasnya. (ELW)