bejat-wanita-ini-tonton-selingkuhan-setubuhi-anak-kandungnya-opa

Tersangka Tety Ernawati (47) dan Eka Hendri (34) tertunduk malu saat di tangkap . Senin (26/9)

PALEMBANG,HS  – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, kembali terjadi di Palembang, Sumatera Selatan.Entah apa yang ada dalam benak, Tety Ernawati  (47). Wanita yang belum resmi berstatus janda ini tega membiarkan anak kadungnya berinisial CD (17), disetubuhi Eka Hendri (34), yang merupakan selingkuhan tersangka.

Ironisnya lagi, korban dipaksa untuk berhubungan intim usai sang ibu disetubuhi tersangka Hendri.

Aib itu terungkap setelah aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Ditreskrimum Polda Sumsel mendapat laporan ayah kandung korban dan langsung menindaklanjuti dengan menangkap pasangan selingkuh Tety dan Hendri. Senin (26/9/2016)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit Renakta AKBP Faishol Majid mengungkapkan, ditangkapnya tersangka ‘EH’ dan ‘TE’ setelah polisi menindaklanjuti laporan dari suami tersangka ‘TE’.

“Dalam kasus ini si laki-laki berinisial ‘EH’ dan si perempuan berinisial ‘TE’ ini berselingkuh dan kerap melakukan hubungan suami isteri yang disaksikan oleh putri dari ‘TE’ yang masih berusia 15 tahun. Anehnya, tersangka ‘TE’ tersebut menyuruh pria selingkuhannya ‘EH’ menyetubuhi putrinya sendiri sehingga korban hamil 11 minggu,” kata Daniel.

Ditanya mengenai motifnya, Daniel mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami. Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif pihaknya.

“Untuk motifnya masih didalami. Namun, yang jelas kedua tersangka akan dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Pasal 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang tindak pidana perlindungan anak. Ancaman hukuman lima belas tahun penjara,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun media, perbuatan bejat tersangka berlangsung di rumah kontrakan milik Tety di Jalan DI Panjaitan Lorong Sikam, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) ll Palembang.

Dimana sebelum disetubuhi, awalnya korban dipaksa untuk menonton hubungan intim yang dilakoni kedua pasangan selingkuh itu.

Setelah puas melakukan hubungan layaknya suami istri, Tety kemudian membebaskan Hendri untuk menggarap anaknya.

Saat itu, korban sempat menolak. Namun, tersangka Tety dan Hendri justru mengancam akan membunuh korban dengan cara memaksa korban menenggak cairan racun serangga.

Tak tahan terus diperlakukan kasar dan diancam, korban CD dengan terpaksa menuruti kemauan ibunya tersebut.

CD pertama kali disetubuhi di kediaman Hendri di Jalan KI Anwar Mangku, Kelurahan Talang Bubuk, dan kejadian itu terus berlangsung hingga kini korban pun mengandung 11 minggu.

Gerah dengan pemaksaan itu, korban akhirnya memberanikan diri bercerita dengan ayah kandungnya bernama Herman, yang sudah pisah ranjang dengan tersangka Tety.

selingkuh-tersangka-eh-kanan-dan-tersangka-te-kiri-saat-diamankan-di-polda-sumsel-dit

Sementara itu, kedua tersangka hanya menutupi wajahnya katena malu saat ditemui awak media.

Tersangka ‘EH’saat di tanya  mengaku, jika dirinya hanya satu kali melakukan hubungan suami isteri dengan korban CB yang tak lain putri dari tersangka ‘TE’.

“Saya melakukannya karena ‘TE’ yang menyuruh saya. Jadi saya tak memaksa maupun mengancam korban. Kejadian itu terjadi berawal saat CB mengungkapkan jika sedang hamil, dari itulah ‘TE’ menyuruh saya mengetes apakah benar Bunga itu tak perawan lagi,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ia melakukan hubungan isteri terhadap CB di salah satu kamar yang ada di rumah tersangka ‘TE’.

“Saat itu ‘TE’ menunggu di luar, saya mau melakukannya karena ‘TE’ mengizinkannya. Sedangkan untuk berselingkuh dengan ‘TE’ sejak lama saya lakukan, memang saat ini saya memiliki isteri dan tiga anak tapi karena suka sama suka dengan ‘TE’ maka terjadilah perselingkuhan tersebut,” tutupnya.

Sedangkan tersangka ‘TE’ mengungkapkan, tiga tahun silam dirinya bekenalan dengan ‘EH’ hingga keduanya berteman dan lama-kelamaan menjadi dekat.

“Kami dulu kawan, karena saya lagi ada masalah pribadi dengan suami saya maka saya berselingkuh dengan ‘EH’. Sampai saat ini, saya dan suami saya belum bercerai hanya saja sudah sekitar satu bulan kami pisah. Sejak saat itulah, saya dan ‘EH’ kerap melakukan hubungan suami isteri di rumah,” jelasnya sembari menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Diungkapkannya, korban CB merupakan anak nomor dua dari tiga anaknya. Dirinya, meminta selingkuhannya ‘EH’ melakukan hubungan suami isteri kepada korban  lantaran CB awalnya mengaku sudah hamil.

“Tapi CB  tidak mengaku hamil dengan siapa. Dari itulah saya meminta ‘EH’ melakukan itu. Hanya sekali saja dilakukan oleh ‘EH’, taklama dari itu kami ditangkap polisi,” tutupnya.(HS)