bimtek-kades-di-muaraenim-dapat-sorotan-lsm

MUARAENIM, HS –  Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk para kepala desa selama 3 hari di Hotel Grand Zuri, Muaraenim yang digelar oleh  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) mendapat sorotan dari LSM Pers Pemantau Pembangunan Muaraenim (PPPME).

“Pelaksanaan Bimtek yang diikuti 58 orang kades ini  sangat mahal untuk suatu pembekalan alokasi penggunaan dana desa dalam rangka peningkatan,” ujar sekretaris LSM Pers Pemantau Pembangunan Muaraenim PPPME, Zuliandi, Minggu (17/9).

Zuliandi mengatakan, jika dana ini akan diganti oleh pemerintah melalui ADD  artinya para kades sudah diajarkan cara mencari uang sebesar Rp12 juta untuk mengikuti Bimtek.

“Atau mungkin dana desa yang akan keluar nanti bisa jadi dipotong sebesar 12 juta untuk mengembalikan pinjaman atau uang tabungan pribadi para Kades. Lantas apakah memang benar biaya bimtek bisa semahal itu,” katanya.

Menurutnya, jika akomodasi selama tiga hari /malam untuk tiga orang dalam satu kamar hotel maka secara akumulatif dapat dihitung dana sebenarnya yang harus dikeluarkan.

“Bahkan termasuk untuk membayar nara sumber misalnya untuk satu desa diwakili Kades, Sekdes dan Bendahara maka jika setiap orang dikenakan biaya 2 juta. Nilai tersebut baru mencapai 6 juta rupiah untuk mengikuti Bimtek, lantas untuk apa sisa 6 juta lagi ,” tanya Zuliandi.

Zuliandi menduga ada indikasi pungli yang mengarah kepada tindakan korupsi atas peristiwa ini.

“Dan kami akan melaporkan kasus ini hingga kementerian Desa PDTT. Sekalipun kami tahu bahwa aturan mengikuti Bimtek ini memang ada biaya ,”tegasnya.

Terpisah BMPD Muaraenim, Drs Emran Tabrani melalui Kabid Pendapatan dan Aset Desa, Baharudin, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait besarnya penggunaan dana Rp12 juta, beliau hanya menjawab bahwa bimtek diikuti oleh Kades, Sekretaris dan Bendahara.

Salah satu Kades yang berhasil dihubungi via ponsel (18/9) mengakui pelaksanaan bimtek ternyata hanya dua hari. Yakni, dimulai dari pembukaan oleh Wabup Muaraenim, Nurul Aman pada Jumat (16/9) hingga berakhir dengan penutupan pada Sabtu malam (17/9).

“Dari hasil bimtek tersebut kami hanya mendapat materi tentang peningkatan SDM dalam kaitan penggunaan dana desa yang diisi oleh pemateri  dari Jogja, dihadiri Wakil Bupati,Kejaksaan dan Polres Muaraenim,”  ujar seorang kades yang enggan namanya dikorankan.

Kades tersebut mengaku meneima bahan materi Bimtek Kades berupa buku-buku, selain itu adapula tas dan pakaian.

“Sementara transport tidak ada, mengenai pajak kami tak paham akan menjadi beban siapa,” pungkasnya (EDW)