PALEMBANG,HS – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia mengajak generasi milenial termasuk di kalangan mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap ancaman paham radikalisme dan terorisme. Apalagi, mahasiswa sangat rentan untuk dipengaruhi paham radikalisme dan terorisme.

“Mahasiswa sangat rentan terkena paham radikalisme dan terorisme karena mereka masih muda dan juga gampang terpengaruhi dengan serangan radikal. Maka dari itu, mahasiswa harus berpikir kritis dan menerima pendapat pemikiran terbuka,” kata Direktur pencegahan BNPT RI, Brigjend Pol Ir Hamli saat Pembukaan Kuliah Umum dan Deklarasi bersama BNPT RI dengan tema “Peran Generasi Milenial dalam menghadapi Ancaman Paham Radikalisme dan Terorisme dalam menjaga Kebhinekaan” di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang

Apalagi, mahasiswa baru sangat rentan terhadap penyabaran paham radikalisme dan terorisme ini maupun online dan ofline. Menurutnya, Mahasiswa Baru (Maba) yang baru masuk kampus sangat perlu diperhatikan agar tidak terlibat paham radikalisme dan terorisme.

“Maba itu yang sangat rentan karena mereka itu perlu diperhatikan oleh pihak kampus agar terhindar dari paham radikalisme dan terorisme. Mereka juga harus diarahkan dengan kegiatan positif di kampus seperti kesenian, olahraga, dan lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan, ada juga perbedaan kampus umum dan kampus islami dalam perekrutan radikalisme dan terorisme. Lanjutnya, kampus umum lebih bisa direkrut dibandingkan dengan kampus islami.

“Kampus islam itu memiliki modal agama dibangindkan dengan kampus umum yang belum paham bentul soal agama,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Dema UIN Raden Fatah, Imam Santoso mengatakan, dirinya mengajak mahasiswa untuk terus berinovasi membuat suatu kegiatan yang positif dan jangan sampai mudah terkena dari berita hoax yang bisa memecah bela NKRI.

“Tongkat kepempinan Indonesia ini tak lepas dari mahasiswa. Saya harapkan kepada generasi milenial untuk bijak mengunakan Medsos dan jangan sampai dipropaganda,” kata Imam.

Imam menambahkan, generasi milenial harus bijak menggunakan Medsos untuk menyebarkan virus perdamaian sehingga bisa mengalahkan virus radikalisme dan terorisme.

“Milenial harus menyebarkan virus perdamaian di Medos sehingga terhindar dari paham radikalisme dan terorisme. Selain itu, milenial jangan mudah terpengaruhi berita hoax,” tutupnya