PALEMBANG,HS – Keputusan Presiden Joko Widodo mengenai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) bisa menjadi ancaman masuknya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.
Meskipun demikian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia belum menemukan TKA yang menyebarkan paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.
“Belum kita temui TKA yang masuk ke Indonesia menyebarkan paham radikalisme dan terorisme,” kata Direktur pencegahan BNPT RI Brigjend Pol Ir Hamli saat Pembukaan Kuliah Umum dan Deklarasi bersama BNPT dengan tema “Peran Generasi Milenial dalam menghadapi Ancaman Paham Radikalisme dan Terorisme dalam menjaga Kebhinekaan” di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang
Dengan jumlah TKA yang masuk Indonesia dalam jumlah besar bisa menjadi ancaman. Pihaknya pun meminta kepada pemerintah untuk menyeleksi TKA yang masuk ke Indonesia.
“Pemerintah sekarang itu kan ada stratanya mana saja TKA yang diperbolehkan mana yang tidak. Jadi pemerintah harus menyeleksi TKA yang masuk agar tidak menyebar paham radikalisme dan terorisme,” tutupnya