PALEMBANG – Tewasnya Safrudin alias Bodong (37), warga Jalan Abikusno Cs Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, akibat tertabrak kereta api Bukit Serelo jurusan Palembang Lubuklinggau, sudah diketahui oleh pihak PT KAI Divre III Palembang.

“Iya sudah ada laporan terkait kejadian itu. Saat ini masih diselidiki pihak berwajib,” kata Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, ketika dikonfirmasi, Minggu (12/2).

Hanya saja, Aida membantah jika kecelakaan itu terjadi lantaran kereta api tersebut berjalan dengan kecepatan tinggi serta tidak membunyikan klason saat melintas di pemukiman penduduk.

“Kalau melaju dengan kecepatan tinggi tidak benar. Karena kami ada standar kecepatan maksimal. Untuk suara klakson itu sudah ada dalam SOP kami, jadi setiap melewati perlintasan dan pemukiman penduduk selalu dibunyikan,” jelasnya.

Disinggung mengenai apakah ada pertanggungjawaban dari PT KAI terhadap keluarga korban, Aida mengatakan, pihaknya akan membantu kepengurusan administrasi asuransi sehingga keluarga korban akan mendapatkan santuna dari perusahaan asuransi.

“PT KAI membantu dalam pengurusan administrasi pemberian santunan dari perusahaan asuransi,” tukasnya. (Rey)