Foto bersama peserta pelatihan.

Foto bersama peserta pelatihan.

MUARAENIM, HS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim, Selasa (22/11) di Ballroom Grand Zuri, Muaraenim melaksanakan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan tenaga relawan se-Kabupaten Muaraenim.

Kegiatan yang akan dilangsungkan hingga lima hari kedepan ini, untuk melatih kepekaan tenaga relawan baru BPBD guna deteksi dini terhadap bencana.

“Setiap tahun kita lakukan pelatihan kepada relawan masyarakat,” jelas Plt Kepala BPBD Muaraenim, Agus Fahrurrozi.

Dalam kegiatan ini para relawan, diberi materi seputar kesiagaan terhadap bencana  yang diberikan pemateri dari BPBD Provinsi Syaifuddin, dari Tim SAR, Dinas Kesehatan, dan Dinsos Provinsi Sumsel.

“Pemateri juga ada dari Kabupaten Muaraenim ada juga pemeteri dari BLH,  Dinas Kehutanan dan Kodim 0404 Muaraenim,” jelasnya.

Dari 80 peserta yang dididik terdapat beberapa tenaga yang masih sangat muda, yakni satu perempuan dan 3 laki laki.

“Meski mereka terbilang sangat muda, diharapkan mampu dan cakap dalam memberikan informasi di wilayahnya dengan cepat, tepat dan akurat, imbuh Agus.

Sementara itu, Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar diwakili Asisten I Pemkab Muarenim, Drs Bulgani Hasan, MM. mengatakan penanganan penanggulangan bencana alam merupakan tanggung jawab bersama.

“Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana alam, menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda dan berubahnya tata kehidupan masyarakat. Selanjutnya pemberian peringatan sedini mungkin terjadinya bencana di satu tempat oleh lembaga yang berwenang serta menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut,” tegas Bulgani.

Menyangkut kebakaran yang kerap  terjadi terang Bulgani, banyak disebabkan arus pendek.

“Untuk itu masyarakat agar selalu waspada dalam menggunakan perangkat listrik dan secara rutin melakukan pengecheckan terhadap perangkat. Bisa saja ada perangkat listrik yang aus atau kendor. Sehingga bisa menyebabkan panas dan terbakar,” urainya. (EDW)