PALEMBANG,HS –  Sebanyak 169 Stiker Pangan Aman telah diberikan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sektor kuliner.
Kepala Balai BPOM, Dewi Prawitasari menjelaskan, mayoritas yang mendapat stiker adalah pedagang kecil dan produsen pempek. Pihaknya pun kini telah menyediakan mobil laboratorium keliling di sentra kuliner, salah satunya adalah sentra pempek 26 Ilir di mana terdapat 21 produsen pempek  yang sudah mendapat stiker pangan aman.
“Mereka bisa juga mengajukan untuk uji tes pangan aman dan ini gratis. Sejauh ini animo pelaku kuliner sangat positif,” jelasnya, Rabu (29/8/2018)
Pemberian Stiker Pangan Aman ini bukan tanpa alasan, hal ini penting guna memastikan produk aman dari bahan berbahaya. Konsumen pun bisa mengetahuinya dengan adanya stiker dari BPOM tersebut.
“Adanya stiker tersebut tentu saja berdampak positif terhadap usaha UMKM, salah satunya meningkatkan omset karena konsumen lebih yakin terhadap kualitas produk yang dibeli, mulai kebersihan, tidak mengandung formalin, borax dan zat pewarna non makanan,” ujarnya
Selain itu, pihaknya juga telah memberikan stiker untuk UMKM kuliner di Lorong Basah Night Culinary yang merupakan destinasi kuliner baru di Palembang. Dewi mencatat sudah ada 81 tenant yang mendapatkan stiker pangan aman di produk makanan yang mereka jual.
“untuk mengintensifkan kami juga jalin kerjasama dengan Pemprov Sumsel agar diharapkan setiap OPD bisa berkoordinasi dan menjalankan fungsinya masing-masing dalam hal pengawasan makanan olahan,” tutupnya