BPPT

JAKARTA, HALUAN SUMATERA – Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto, mengungkapkan untuk mendukung pengembangan industri nasional serta peningkatan daya saing, saat ini BPPT fokus mengkaji dan menerapkan teknologi di 3 sektor, yakni pangan, energi, dan kemaritiman.

“Industri lokal diharapkan bisa memanfaatkan inovasi yang telah dilakukan BPPT,” sebut Kepala BPPT Unggul Priyanto menjelang HUT Ke-38 BPPT, di Jakarta, Jumat (19/8).

Minggu (21/8), BBPT merayakan HUT-nya ke 38.Sejumlah inovasi, sambung Unggul, telah berhasil dilakukan di bidang pangan, misalnya produksi ikan nila salina.

Berkat rekayasa yang dilakukan ahli di BPPT, ikan tersebut mampu hidup di air payau dengan tingkat salinitas (keasinan) 20-25 ppt.

Berkenaan dengan daging sapi, badan kajian ini telah berhasil melaksanakan inovasi teknologi peternakan dengan mengintegrasikan peternakan sapi dengan perkebunan sawit (siska).

Masih dalam rangka kedaulatan pangan, para peneliti juga telah mengembangkan diversifikasi pangan nonberas untuk konsumsi utama, seperti mi jagung, mi sagu, dan beras analog.

Untuk bidang energi, BPPT berhasil mengembangkan teknologi kelistrikan. Yaitu dengan produk inovasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil dalam bentuk flash. Saat ini produk tersebut tengah dalam proses sinkronisasi dengan jaringan PLN.

Menurut Unggul, langkah tersebut merupakan upaya untuk mendapatkan sertifikat layak operasi dan pengujian jangka panjang. Hal itu untuk memungkinkan BPPT melisensikan teknologi bidang PLTP skala kecil ke masyarakat, instansi pemerintah, dan sektor swasta.

“BPPT juga telah melakukan audit energi dan audit kelistrikan pada industri agar tercipta efisiensi energi,” kata Unggul. (hs)