PALEMBANG,HS – Menindaklanjuti arahan rakor Menteri Kordinator Bidang Perekonomian dan upaya pengendalian gangguan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018, BBTMC-BPPT bekerjasama dengan BNPB sejak tanggal 30 Juli 2018 mulai, melakukan kegiatan penanganan siaga darurat Karhutla melalui penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Sumatra Selatan.
Hal ini disampaikan langsung Sutrisno
Kepala Bidang Pelayanan Teknologi, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, BPPT Rabu (29/8/2018).
Menurutnya, Kegiatan ini merupakan kelanjutan pelaksanaan TMC periode pertama tanggal 16 Mei sd 10 Juni 2018. Pada periode kedua yang dimulai sejak tanggal 30 Juli pelaksanaan TMC didukung oleh 2 unit pesawat Casa 212-200 masing-masing dari 1 unit dari TNI Angkatan Udara dan 1 unit dari PT Pelita Air Service (PT PAS).
“Kegiatan TMC periode pertama ( tanggal 16 Mei – 9 Juni 2018 ) telah dilakukan 32 sorti penerbangan, 32 ton bahan semai, dan dengan hasil air 270 juta m3. Selama kegiatan periode pertama hampir setiap hari terjadi hujan dengan intensitas bervariasi dari hujan ringan hingga lebat, sehingga selama periode pertama kelembaban tanah bisa terjaga dengan baik dan mampu meredam munculnya hotspot,” jelasnya.
Sedangkan Kegiatan TMC periode kedua ( 30 Juli-28 Agustus 2018) telah dilakukan 32 sorti, dengan hasil air 46 juta m3. Selama periode kedua pertumbuhan awan relatif lebih sedikit dibanding pada periode pertama, namun beberapa kali telah dijumpai awan yang masih layak semai dan menghasilkan hujan.
“Selama seminggu terakhir pertumbuhan awan di Sumsel cukup baik, pelaksanaan penyemaian awan menghasilkan air hujan yg signifikan dan mampu mematikan hotspot yg ada secara signifikan dan meredam munculnya hotspot baru. Berdasarkan prediksi, potensi pertumbuhan awan selama 2 minggu kedepan masih cukup baik, pelaksanaan penyemaian awan akan kita optimalkan terus,” beber Sutrisno.
Ia menjelaskan, adanya hujan maka partikel asap dan polutan lain mnjadi bersih karena tersapu saat hujan jatuh. Kemudian hujan yang jatuh kalau mengenai hotspot, maka hotspot tersebut akan mati.
“Kalaupun hujan tersebut tidak mengenai hotspot, hujan tersebut tetap bermanfaat untuk menjaga kelembaban lahan sehingga akan meredam munculnya hotspot baru,” tutupnya