PALEMBANG,HS – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, bisnis dan industri maka Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Dekranasda dan Forum CSR Kesos Sumsel akan menyelenggarkan Bumi Sriwijaya Fair 2019.

“Bumi Sriwijaya Fair ini pertama diadakan di Sumsel. Ini pertama yang terbesar di Sumsel,” kata Kabag Produksi Biro Ekonomi Provinsi Sumsel Murry Alfiansyah usai Rapat Persiapan Bumi Sriwijaya Fiar di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (26/8/2019).

Ia mengatakan, bahwa yang pertama dan terbesar di Sumsel dalam segi jumlah stand yang disediakan. Nantinya akan ada 200 stand UKM, bisnis dan industri yang akan turut meramaikan Bumi Sriwijaya Fair yang akan diadakan di Dekranasda Jakabaring.

“Bumi Sriwijaya Fair akan diadakan mulai 29 September hingga 3 Oktober mendatang. Di Bumi Sriwijaya Fair akan ada pameran produk UMKM, industri, produk binaan BUMN, BUMD instansi dan lainnya,” bebernya.

Ia pun menghimbau agar seluruh OPD, perusahaan agar bisa mengikuti acara tersebut. Seluruh Kabupaten/Kota juga dapat mengikuti acara tersebut.

“Untuk target transaksi kita targetkan satu hari Rp 5 Miliar, artinya kalau lima hari Rp 25 Miliar,” pungkasnya

Sementara itu Marcom PT Multi Alam Kreasi sebagai EO di event Bumi Sriwijaya Fair Silfi Aprilia menambahkan, bahwa optimis bisa meraup Rp 5 miliar per hari. Sebab mereka sudah pernah mengadakan event seperti ini di daerah lain dan itu tercapai.

“Peserta yang akan ikut dari Sumsel, Jakarta dan bahkan direncanakan ada juga dari luar negeri. Jadi ini event diharapkan sekala nasional. Untuk MC nya selam lima hari ada Sonny Tulung,” katanya

Untuk memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang ingin datang ke Bumi Sriwijaya Fair juga disediakan shuttle bus dari stasiun LRT ke Dekranasda. Untuk Bumi Sriwijaya Fair dibuka dari pukul 9.00-21.00.