PALEMBANG,HS – Pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47 dan Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumsel di ballroom Hotel Aryaduta Kamis (20/8) salah satu pengisi acara adalah Fashion Show. Pertunjukan busana tersebut kolaborasi desainer dan TP PKK kabupaten kota.

Salah satu yang menarik adalah busana karya desainer Lady’s Tenun Klasik. Menampilkan empat yang terbuat dari kain songket OKI. Pasalnya rancangan tersebut terlihat selain konsen mengunakan kain tradisional dengan motif klasik, rancangan juga terlihat unik dan out of the box. Namun glamour dan ekslusif.

Desainer Lady’s Tenun Klasik, Lina mengaku, dirinya sangat konsen mengunakan kain tradisional jumputan maupun songket pada setiap rancangan. “Nah, ciri khas saya itu klasik. Ya, motif kain yang klasik, ” katanya kemarin

Menurutnya, pada fashion show kemarin dirinya merancang busana empat busana dia ungu dan hijau. Berupa setelah gardigan dengan cutting bagian kaki cukup tinggi. Lalu, setelan blazer yang bermain pada aksen pada bagian pundak dan bagian depan dipadupadankan cutting celana kulot lebar dengan sentuhan songket.

“Waktu mengerjakan baju ini sangat penuh tantangan karena waktu yang terbatas dengan kain hanya dua. Berupa sarung dan selendang. Wuih, bisa dibayangkan pusingnya merancang empat busana dengan kain terbatas, ”

Selain itu, kata dia, kain digunakan berupa bahan polos aplikasi sutra taisil. Kesulitan lainnya untuk mendapatkan warna yang senada dengan kain songket ini butuh waktu cukup lama dan harus melalui beberapa kali proses pencelupan menggunakan obat batik. “Tak mudah, tapi Alhamdulillah semua selesai karena berkat kerja keras pengrajin dan para pekerja , maka nya saya ucapan terima kasih, ”

Selain , kata dia, ucapan terima kasih kepada ketua TP PKK Sumsel, Hj. febrita Lustia Deru, Ketua TP PKK OKI Hj. Lindasari Iskandar, state management, para pegawai Lady’s Tenun Klasik dan semua pihak yang memberikan support. (Rill)