img-20161003-wa0003

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin saat di wawancarai wartawan usai penandatangan kesepakatan program pembebasan kawasan kumuh bersama Kemen PUPR di Jakabaring, Senin (3/10).

PALEMBANG,HS – Dua tahun jelang perhelatan Asian Games 2018, kondisi kota Palembang dinilai tidak sedap dipandang karena masih banyak kawasan kumuh yang tersebar di bebarapa titik. Tercatat, ada sekitar 57 titik kawasan kumuh di kota pempek.

Selain itu, bangunan Pasar Cinde yang berlokasi di tengah kota tampak berantakan dan lusuh, dianggap salah satu penyebab kota Palembang tidak menarik.

Bahkan salah satu ikon kota Palembang yakni sungai Musi masuk dalam daftar perusak pemandangan kota Palembang karena tampak keruh dan tidak layak mengalir di kota ini.

Karena beberapa pertimbangan itulah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan berinisiatif menghilangkan segala penyebab kumuh dan mengajak pemerintah pusat maupun swasta untuk membenahi Palembang agar tertata rapi dan sedap dipandang.

Menurut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, butuh dana Tp 1,2 triliun untuk mengubah wajah kota Palembang, karena akan menjadi pusat perhatian dunia pada perhelatan Asian Games dua tahun mendatang.

“Perlu ada perombakan di kota Palembang yaitu menghilangkan kawasan kumuh,  kebersihan dan tata kota, sungai, instalasi pengolahanlla air limbah dan macam-macam,” jelasnya usai penandatangan kesepakatan program pembebasan kawasan kumuh bersama Kemen PUPR di Jakabaring, Senin (3/10).

Lanjutnya. Untuk saat ini Pemprov Sumsel sudah mendapatkan dana sebesar itu, di antaranya berasal dari kas daerah sendiri atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Women PUPR) dan pihak swasta.

“Untuk investor swasta pada program ini, rencananya merupakan perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang pembangunan dan perumahan serta mereka sudah menyatakan minat berinvestasi di Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu Dirjen Cipta Jarya Kemen PUPR RI, Srihartoyo mengungkapkan, pemerintah pusat ikut menyumbang seperempat atau sekitar  Rp 300 miliar dari total seluruh anggaran yang dibutuhkan.

“Kita hanya mendorong Palembang yang ingin berbenah menuju Asian Games. Soal pelaksanaan, tentu diserahkan kepada Pemprov dan kontraktor,” singkatnya.

Dia juga Menambahkan, Sedangkan untuk eksekusi lahan kumuh, menurut Walikota Palembang akan dilaksanakan bertahap dan Pemkot Palembang akan mendahulukan pengolahan limbah yang berkontribusi besar terhadap pencemaran sungai.

“Untuk bedah pemukiman kumuh yang sebagian besar terletak di pinggir sungai Musi dan sungai Bendung, juga akan segera dibereskan.Pencemaran sungai dan rumah kumuh ini saling berkaitan karena masyarakat di pinggiran sungai sering buang sampah ke sungai. Hasil dari septic tank pun langsung ke sungai,”tegasnya

Dia menambahkan. Kita tinggal melaksanakan saja. Dana investor dan pemerintah terus mengalir dan program penataan kawasan kumuh ini bertahap dan tidak bisa sekaligus,” tutup(MDN)