PALEMBANG,HS – Melihat cadangan batubara yang masih berlimpah maka PT Bukit Asam (PTBA) berencana meningkatkan kapasitas produksi batubara dari 25 juta ton per tahun menjadi 35 juta ton per tahun. 
“Kita akan menambah kapasitas produksi batubara sebanyak 10 juta ton per tahun,” kata Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Fuad Iskandar Zulkarnain saat Bimbingan Teknis dan FGD Perijinan Penyelenggaraan  Perkeretaapian di Graha Bina Praja (Auditorium), Kamis (31/1).
Maka untuk itu PTBA berencana akan membangun kereta api dari Stasiun Simpang Ogan Ilir menuju Stasiun Perajen Banyuasin sejauh 38,35 kilometer. Jalur kereta ini rencananya akan mulai beroperasi pada 2023.
“Saat ini ada tiga fokus utama pembangunan, yakni menyiapkan tambang, trase, dan juga pelabuhan. Semua sedang dalam proses, kami sudah membuat timeline-nya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk pelabuhannya rencananya akan dibangun di Perajen, Kabupaten Banyuasin untuk mengantarkan batubara langsung melalui jalur  laut.  
Dalam perencanaan, pembangunan trase kereta api ini akan melewati dua jalan tol yakni Tol Palembang-Indralaya dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung. Selain itu juga melewati tiga sungai yakni Sungai Komering, Sungai  Pemulutan, dan Sungai Ogan. Sedangkan kabupaten yang dilewati yaitu Ogan Ilir, Ogan Komring Ilir dan Banyuasin serta Palembang. 
Saat ini, pihaknya sedang berupaya untuk mendapatkan Izin trase, dan selanjutnya adalah  izin persiapan pembangunan. Lalu pada akhirnya memperoleh izin operasi. 
“Apabila trase ini sudah beroperasi maka yang tadinya memproduksi  25 juta ton batubara per tahun. Bisa jadi 35 ton per tahun,” ungkapnya.
Selain menambah infrastruktur pengangkutan, juga akan dilakukan pengembangan stockpile yang sudah ada. Dalam proses pembangunan nanti, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna menyesuaikan segala aturan yang berlaku, sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai prosedur.