PALEMBANG,HS – Setiap tahun Provinsi Sumatera Selatan menjadi langanan kabut asap yang berasal dari Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). Hal ini sendiri menjadi perhatian serius bagi Gubernur Sumsel yang baru Herman Deru untuk mengantisipasi Karhutla.
Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, pada tahun 2019 mendatang akan mengawali langkahnya dengan mengedukasi mencegah kepada para masyarakat dan pemerintah daerah terkait.
Menurutnya, dengan cara pencegahan melalui edukasi dan kepada warga agar tidak membuka lahan yang baru dengan cara membakar lebih tepat dibandingkan dengan
“Jadi persoalan Karhutla ini selalu menjadi masalah kita setiap tahunnya. Penanganan Karhutla ini tahun depan lebih baik kita mencegahnya dahulu dengan edukasi kepada warga dibandingkan dengan mengatasinya saat asap sudah menyebar itu menbutuhkan biaya operasional yang tinggi,” kata Herman Deru, Minggu (4/11/2018).
Ia menjelaskan, biaya penanganan satgas Karhutla sendiri mengeluarkan dana APBD Sumsel yang besar. Meskipun demikian, dirinya menyebut ini menjadi pengalaman agar kedepan lebih baik lagi dalam penanganan Karhutla.
“Dana APBN yang dikeluarkan ini sangat besar kan itu disayangkan. Maka dari itu, dirinya ingin ini menjadi suatu pengalaman dalam menghadapi Karhutla tahun depan,” ungkapnya.
Lebih jauh diungkapkan, Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat saat ini diluar kebiasaan para petani. Menurutnya,
petani lebih sering membuka lahan dengan membakar karena lebih murah sedangkan dalam Perda membakar lahan bakal disanksi.
“Karena itu saya minta Perda ini tetap dijalankan. Namun, petani tetap merasa tidak terbebankan dengan cata meminjamkan secara gratis alat berat kepada para petani untuk membuka lahan. Bahkan, bila perlu termasuk bbm pun disubsidi oleh Pemprov Sumsel.
Kita kan punya banyak alat berat jadi bisa kita pinjamkan ke petani yang ingin membuka lahan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap masyarakat Sumsel merubah Mindset daripada harus memadamkan, lebih baik mencegah. Apalagi, biaya yang dikeluarkan sangat luar biasa.
“Saya dengar dari BNPB saja biayanya hampir satu triliun digunakan untuk kerja selama delapan bulan, itu kan sayang uangnya mending kita berikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah ini. Pencegahan ini seperti membuka lahan tidak harus membakar apalagi sudah ada eskavator yang telah diberikan oleh pemerintah pusat,” tutupnya