PALEMBANG­­-Ada hal unik dan menarik yang dilakukan oleh SMK Negeri 5 Palembang dalam mengatasi permainan Game Pokemon di lingkungan sekolah.

Disini, sekolah mengajak siswanya “Melarang” bermain pokemon dengan menggelar sayembara penciptaan poster anti pokemon di kelas masing- masing.

Kepala SMK N 5 Palembang, Drs. H. Zulfikri, M.Pd mengatakan, pihaknya sudah menegaskan kepada seluruh siswa untuk tidak bermain pokemon di sekolah. Pasalnya, permainan yang mengharuskan penggunan untuk berjalan dan mencari tentunya dirasakan kurang mendidik dan tidak mengandung nilai positif.

Kepala SMKN 5 sedang menempel stiker larangnan permainan pokemon Go di lingkungan sekolah

” Tidak ada nilai pembelajaran apapun didalamnya, apalagi ini bertolak belakang dengan budaya kita. Oleh karena itu, saya melarang siswa bermain pokemon di dalam lingkungan sekolah,” terangnya.

Pihaknya pun sampai sekarang, belum menemukan siswanya yang bermain pokemon di sekolah. Apalagi tindakan mencurigakan seperti berjalan jalan di lapangan sekolah guna menangkap pokemon.

” Bila ketahuan siswa ada yang bermain, maka langsung kita panggil, dan kasih surat teguran keorang tuanya, mungkin meminta untuk tidak membawa handphone lagi, bila masih bermain,” jawabnya.

Ditambahkan, pihaknya pun sudah merancang sebuah perlombaan kompetisi membuat poster anti pokemon. Dimana, ide kreatif yang disampikan oleh OSIS sekolah diharapkan mampu memberikan pemahaman dan penalaran yang tepat kepada semua siswa.

” Himbauan yang mereka buat langsung lewat poster, dirasakan akan lebih mengena. Sebab dengan sudah ada kesadaran diri dari siswa masing masing akan lebih efektif,” tukasnya

Sementara itu, Wakil Ketua Osis SMK N 5 Palembang,Adel A Darmawan, menguraikan, ide awal untuk menggelar kegiatan kompetisi poster anti pokemon berasal dari anggota Osis sekolah.

Semua siswa menilai, permainan game pokemon yang tengah gandrung di kalangan anak muda dapat menganggu konsentrasi belajar.

” Kita tau kalau munculnya pokemon ini bisa dimana saja, termasuk disekolah. Oleh karena itu, kami mendorong agar teman lainnya untuk tidak memainkan saat disekolah, karena dapat menganggu proses belajar,” paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, bentuk kompetisi pembuatan poster anti pokemon di sekolah juga dapat dijadikan sarana belajar dan menunjukkan kreativitas bagi teman lainnya, khususnya yang termasuk pada jurusan animasi dan mutlimedia.

” Deadline hingga akhir bulan ini, nanti semua karya akan kita tempelkan di mading sekolah. Tentunya selain dipajang, siswa yang menang dapat penghargaan dari sekolah,” pungkasnya.(hasan basri)