PALEMBANG I Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menegaskan, jaringan kelompok Santoso sudah ditembak mati. Sekarang tinggal bagaimana menjaga Indonesia dengan menanamkan bela Negara kepada warga negara sehingga Indonesia bebas dari para terorisme.

“Sudah mati (Santoso) itu. Ya umpamanya, kalau Laba-labanya sudah habis, jaringnya kan tinggal dirusak saja, kan begitu, ini semua berkat kerja keras kita semua dalam menuntask

an para terorisme,’kata Ryamizard, usai membuka Pembentukan Kader Bela Negara se-Sumsel, di Dinning Hall Jakabaring Sport City, Kamis (21/7).

Menurut Ryamizard, apapun bentuk yang dilakukan dari jaringan kelompok-kelompok yang ingin merusak keutuhan NKRI, jelas tidak dibenarkan. Jaringan-jaringan kelompok teroris seperti itu harus dihabiskan, oleh karena itu NKRI adalah harga mati.

Ryamizard menghimbau, khusus untuk Sumsel sendiri kondisi keamanannya sudah bagus. Tapi tetap saja, bela negaranya harus dijaga. Karena bela Negara ini muara akhirnya membangkitkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk berpretasi tinggi, produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern.

“Dalam praktiknya, dilakukan dengan mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan prilaku melalui internalisasi esensial revolusi mental pada setiap individu, keluarga dan institusi nasional,”jelasnya.

Selain memberikan arahan kepada Kader Bela Negara se-Sumsel, Ryamizard juga langsung melanjutkan dengan memberikan arahan kepada Bupati/walikota se-Sumsel.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menilai, kondisi keamanan dan ketertiban Sumsel kondusif, tidak pernah terjadi konflik antar suku dan antar umat beragama.Suasana kondusif itu tercipta karena masyarakat daerah ini sadar akan bela negara.

Dengan semangat kebersamaan dan bela negara, kondisi kamtibmas yang kondusif akan terus dapat dipertahankan, dalam menciptakan semangat bela negara harus tercipta dulu rasa bangga masyarakat mengenai dengan daerah. Setelah memiliki rasa bangga, masyarakat akan mengagumi dan ikut merasa memiliki.

Kondisi yang kondusif itu menjadikan Sumsel sering dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga internasional seperti SEA Games termasuk Asian Games 2018, tambah dia Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah yang mempunyai keinginan tinggi dalam pembangunan infrastruktur, yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat.

“Palembang nafsu besar tenaga kurang, dana tidak ada. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai  Rp 6,5 T. Pada tahun ini dana  APBN yang digelontrokan untuk  Sumsel  berbagai proyek mencapai Rp 68 T belum dari swasta, dan lain-lain,’tukasnya. (Sonny)