PALEMBANG,HS – Keributan rumah tangga David alias Aping,34, dan istrinya Rustini,31, yang terjadi sejak satu bulan belakangan, akhirnya berujung pertumpahan darah.

David terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif usai menjadi korban pembacokan yang dilakukan istrinya tersebut.

Dalam laporannya dengan tanda bukti nomor LP/B-764/III/2017/SPKT, David menunturkan, kejadian itu terjadi dikediamannya yang berada di Jalan Sosial Jompo, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jum’at (24/3), petang.

Awalnya, David yang memang sudah pisah ranjang dan memutuskan untuk bercerai dengan sang istri, pulang ke kediamannya dengan membicarakan hak asuh anak dan mengambil pakaian serta sejumlah barang miliknya.

Namun pembicaraan hak asuh anak tersebut bukannya menemui titik terang, melainkan justru memancing keributan antara keduanya.

Bahkan saat korban, hendak mengambil pakaian dan barang-barangnya, istri korban juga menghalanginya, sehingga keributan hebat tak terhindarkan.

“Kami memang ingin bercerai. Saat ini sudah dalam proses sidang. Kedatangan saya cuma mau mengambil barang-barang dan bicara soal anak. Dia ini tidak tidak terima dan marah. Dia mengambil pisau daging dan mengibas-ngibaskan pisau itu ke arah saya,” terang korban saat melapor, kemarin.

Menurut korban, saat itu dirinya sempat menenangkan sang istri. Hanya saja, lantaran sudah gelap mata, sang istri justru semakin nekat membacokkannya pisau tersebut ke arah korban.

“Saat itu, istri saya hendak membacok tubuh saya, namun saya tangkis dengan tangan kiri hingga tangan kiri saya tersayat. Padahal, kedatangan saya itu baik-baik,” ujarnya.

Korban mengatakan, setelah menjadi korban pembacokan itu dirinya langsung kabur dengan kondisi tangan yang nyaris putus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya langsung keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dan menghubungi adik saya untuk diantarkan ke rumah sakit,” tutur warga keturunan Tionghoa ini.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede membenarkan adanya laporan itu. Saat ini, aparat Satreskrim Polresta Palembang sedang melakukan penyelidikan.

“Kita perkuat juga laporan korban dengan bukti visum dan keterangan saksi. Korban masih kita mintai keterangannya,” timpal Kasat. (Rey)