Residivis yang menjadi bandar sabu dilumpuhkan aparat kepolisian.

PALI, HS – Sepertinya tidak ada kata kapok dalam kamus hidup Liska Widiyanto (33), warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Meski sudah pernah menjadi warga binaan di Polres Muaraenim selama satu setengah tahun, namun Liska kembali berulah dengan kasus serupa.

Liska diamankan jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi di bawah komando Iptu Rusli SH dengan diback-up Polsek Gunung Megang setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Diketahui, Liska merupakan bandar narkoba yang kerap berkeliaran di seputaran PALI.

Pelaku ditangkap ketika hendak pulang kerumahnya yang terletak dijalan lintas Sekayu-Talang Bulang, tepatnya di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi.

Petugas yang telah mengintai dan menunggu pelaku di kediamannya, seketika akan diamankan, pelaku sempat berusaha melarikan diri dengan cara melompat dari atas sepeda motor yang dikendarainya, lalu masuk ke dalam kebun karet.

Tetapi polisi dengan sigap melumpuhkan pelaku dengan cara menghadiahi timah panas dibagian kaki sebelah kiri agar tidak kehilangan buruannya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa satu kantong sedang kristal putih diduga jenis sabu-sabu, diperkirakan seharga Rp 5 juta, satu paket kecil diduga jenis sabu-sabu, seharga Rp 300ribu, satu kantong plastik berisi 100 klip bening pembungkus sabu-sabu, satu buah handphone, satu unit sepeda motor dan uang tunai Rp 8.025.000,serta tiga lembar STNK dengan nama yang berbeda.

Menurut catatan polisi, pelaku Lis merupakan residivis Narkoba, dimana pada tahun 2015 pelaku ini pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaraenim dengan kasus yang sama, dan menjalani hukuman penjara selama 15 bulan, serta baru bebas pada Juli 2016 lalu.

“Kita telah mengintai gerak-gerik pelaku dan menunggu pelaku melintas dijalan desa tersebut dengan di backup Polsek Gunung Megang. Namun ketika hendak ditangkap, pelaku yang mengendarai sepeda motor malah tancap gas dan berusaha lari masuk ke kebun karet,” ungkap Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan SIK melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais, kepada sejumlah media, Rabu (8/3).

Ditambahkan Victor, tindakan tegas pun dilakukan jajarannya mengantisipasi buruannya yang telah lama jadi Target Operasi (TO) ini lolos.

“Terpaksa pelaku dilumpuhkan dengan menembak bagian kakinya. Saat ini pelaku dan BB kita amankan, dan pelaku telah mengakui bahwa barang haram itu dia beli dari bandar besarnya di daerah Betung kecamatan Abab kemudian akan diedarkan ke daerah Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI serta Teluk Lubuk, Kabupaten Muaraeim,” imbuhnya.

Victor juga menerangkan bahwa pelaku ini diduga sebagai penadah barang curian dengan cara barter dengan Narkoba jenis sabu-sabu.

“Pelaku Lis di duga menadah barang hasil tindak pidana 3C dengan modus menukar pakai Narkoba.Dan dari hasil lidik, pelaku mengakui bahwa bekas pelanggan tersangka Al, Wakil Ketua BPD Karta Dewa yang sudah tertangkap, beralih membeli Narkoba kepada pelaku Lis,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaku Lis berkilah bahwa dirinya sebagai bandar narkoba, melainkan hanya sebagai kurir yang mengantarkan barang haram tersebut.

“Aku cuma disuruh ngantar saja pak, upahnya aku dapat makai (konsumsi sabu-sabu, red) dan dikasih uang seratus atau dua ratus ribu. Kalu paket yang kecil-kecil buat sendiri dari sisa pemakaian, untuk dijual seharga 50-100 ribu,” aku ayah dua anak ini. (MAN)‎