PALEMBANG,HS – Bagi komunitas yang ada dikota Palembang, yang belum memiliki rumah maka lewat program pembangunan Perumahan berbasis komunitas yang direncanakan pada 2020 mendatang akan punya kesempatan memiliki rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumatera Selatan Basyaruddin Akhmad mengatakan,
Perumahan berbasis komunitas ini untuk penyediaan rumah bantuan Pemerintah yang bersifat bantuan rumah swadaya.

Menurutnya, rumahnya dibangunkan pemerintah dengan bantuan swadaya Rp 30 juta untukk materials bangunan, Rp5 juta untuk tukang, sedangkan untuk safety tank, jalan akan dibantu melalui forum Corporate Social Responsibility (CSR) termasuk juga nanti soal bantuan modal usaha untuk pengembangan kesejahteraan komunitas.

“Jadi Perumahan ini dibangunkan, dan Tugas mereka (pekerja komunitas) mencicil tanah yang kita perhitungkan cicilannya antara Rp300 sampai 400 ribu per bulan dengan masa tenor dari 5 sampai 10 tahun,” ujarnya

Mengenai sasaran progam ini, dikatakan bahwa ditujukan bagi pekerja yang memiliki upah kecil, serta pekerjanya sudah memiliki komunitas yang sudah terbentuk cukup lama (bukan baru dibentuk) dan berbadan Hukum.

“Ini diperuntukkan bagi pekerja dengan upah bahkan di bawah UMR, jadi ini menengah ke bawah, bawahnya lagi,” ungkapnya

Lanjutnya, Adapun pekerja komunitas yang ingin akses atau cara mendapatkan rumah dari program Perumahan berbasis komunitas ini, juga tidak begitu sulit. Cukup dengan mengajukan diri melalui komunitas nya, komunitasnya Berbadan Hukum (koperasi) (kalaupun belum asal bukan baru dibentuk akan difasilitasi untuk mempunyai badan hukum), kemudian mengajukan kep forums csr sebagai fasilitasi, dari sini baru data dilakukan verifikasi Dari kementrian dan Bank.

Perlu juga diperhatikan, Komunitas ini syaratnya minimal punya anggota 50 orang, Karena pembangunan setiap satu Perumahan komunitas setidaknya 50 rumah nantinya. Komunitas bisa dari berbagai latar belakang, bisa komunitas tukang sapu jalan, tukang perawatan instalasi penyaluran air limbah (IPAL), komunitas ojek online dan lainnya dengan penghasilan rendah/dibawah UMR.

“Hasil mereka bisa memiliki rumah dari program ini nanti dari verifikasi, layak atau tidak layaknya,” ujarnya.

Pembangunam rumah berbasis komunitas ini lanjutnya, bakal mulai dibangun di 2020 dan di usulkan sebanyak 1.172 unit dibangun, serta terbesar/terbanyak di Palembang.

“Lahannya untuk yang dikota Palembang lebih ke daerah pengembangan kota, seperti gandus, mata merah, dan beberapa daerah pengembangan kota lainnya,” tutupnya