Foto: IST

PALEMBANG, HS – PT Bank Perkreditan Rakyat atau Bank Palembang telah beroperasional selama dua tahun. Dalam periode tersebut, Bank Palembang dianggap terus menunjukkan kinerja positif.

Direktur Utama Bank Palembang, Armansyah mengatakan, berdasarkan pertumbuhan lembaga perbankan, Bank Palembang tumbuh hampir menyentuh 100 persen.

Dan dari catatan laporan pertanggungjawaban pihaknya, perbankan yang sebelumnya bernama BPR Pasar (Pendanaan Sarana Rakyat) ini membukukan laba sebesar Rp1,05 miliar di tahun 2017.

Selain itu, saat ini Bank Palembang telah berhasil membukukan total aset sebesar Rp88,5 miliar, naik sekitar 98 persen dari per Desember 2016 sebesar Rp49,4 miliar.

“Bank Palembang memang masih dua tahun. Namun saat ini sudah mampu menghasilkan laba, dan beroperasional tanpa memakan modal. Jadi tidak lagi disubsidi,” ungkapnya, Kamis (24/5).

Dari sisi bisnis, Bank Palemnbang telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp68,5 miliar, naik dari Rp43,4 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp55,6 miliar dari posisi per Desember 2016 sebesar Rp31,7 miliar.

Sementara aset Bank Palembang tumbuh diatas 90 persen seiring dengan pertumbuhan kredit kredit dan laba yang dihasilkan.

Armansyah berharap, sebagai pemegang saham mayoritas, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dapat terus memberikan suport dengan suntikan dana yang diberikan.

Dengan harapan, Bank Palembang yang sudah beroperasional bisa berekspansi dari sisi layanan, salah satunya penyediaan jaringan kantor cabang dan ATM.

Mengingat regulasi untuk ATM ini harus melalui persetujuan OJK dan BI, serta mempersiapkan SDM yang berkompeten di bidang IT, karena semua berkaitan dengan keamanan dan investasi yang tidak sedikit.

“Target kita 2019 Bank Palembang punya ATM sehingga dapat lebih banyak menggaet nasabah yang ingin menabung,” ungkapnya.

Untuk tahun 2018 ini, Pemkot Palembang berencana akan menggelontorkan tambahan modal sebesar Rp13 Miliar. Hal itu terkait dengan rencana pengembangan dari sisi kredit.