Foto (Humas BPBD Sumsel)

PALEMBANG,HS – Dalam waktu satu bulan ini ada sekitar 140,4 hektare hutan dan lahan terbakar Diwilayah Sumsel.
“Sebulan ini sudah 140,4 hektare lahan yang hangus terbakar akibat kebakaran,” ujar Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori Senin (29/7/2019).
Menurutnya, berdasarkan catatan dalam sebulan terakhir, lahan yang paling tinggi terbakar berada di daerah Ogan Ilir dengan luasan lahan mencapai 72,15 hektare. Menurut dia, kondisi lahan yang terbakar memang kebanyakan lahan mineral.
“Ada juga lahan gambut yang memang sangat sulit dipadamkan serta mudah terbakar saat terjadi kekeringan seperti saat ini,” katanya
Ia juga mengatakan, disusul Kabupaten Penungkal Abad Lematang Ilir (PALI) dengan luasan lahan mencapai 57,75 hektare, lalu Kabupaten Banyuasin seluas enam hektare, serta Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas empat hektare.
“Terakhir yang jumlah kebakaran lahannya sedikit hanya seluas 0,5 hektare terjadi di Kabupaten Lubuk Linggau,” ujarnya
Ia menambahkan, hingga kini untuk mengantisipasi bencana akibat dari kekeringan terutama dalam menghadapi musim kemarau pada tahun ini, sekitar 1.512 satuan petugas (satgas) masih disiagakan di Sumatera Selatan.
“Kita sudah mensiagakan sekitar 1.512 satgas di Sumsel untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Petugas gabungan dari TNI, Polri, masyarakat, serta juga BPBD kabupaten dan kota ini sejak awal Juli sudah disebar ke 90 desa rawan kebakaran,” pungkasnya
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, mengatakan, di Sumsel kemarau panjang diperkirakan akan terjadi pada akhir Juli, memasuki Agustus hingga September mendatang. Oleh karena itu, ia meminta kepada BMKG Sumsel untuk selalu mengevaluasi perkembangan yang ada di lapangan sehingga nantinya BPBD Sumsel dapat secara sigap dalam mengantisipasi terjadinya bencana terutama kebakaran hutan di wilayah Sumsel.
“Sebagai langkah antisipasi karhutla, satgas ini sejak beberapa hari yang lalu telah ditempatkan di wilayah Sumsel yang rawan karhutla dengan bekerja sama dengan masyarakat di desa-desa,” tuturnya
Untuk peralatan pemadaman karhutla di Sumsel, lanjut dia, juga sudah memadai termasuk helikopter dan peralatan lainnya sudah disiapkan. Di samping itu sejumlah perusahan perkebunan yang ada di Sumsel juga diharapkan ikut mengantipasi mencegah karhutla.
“Sejauh ini satgas dan peralatan sudah kita siagakan. Pastinya jangan sampai pemerintah dianggap salah. Oleh karena itu kita harapkan antisipasi sejak dini dilakukan,” tutupnya