• Dongeng untuk Anak dan Guru Kita

PALEMBANG, HS – TENTU BANYAK YANG BISA DICERITAKAN TENTANG DONGENG. SERANGKAIAN KISAH DONGENG PUN BERDAMPAK PADA METODE PENGAJARAN DI DUNIA PENDIDIKAN.

Belasan para tenaga pengajar menatap ke depan kelas dengan bola mata sedikit pecah. Ada yang berbincang setengah berbisik. Ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Pun sebagian dari mereka justru mencoba memerhatikan tiap gerakan Slamet Nugroho SS—yang ternyata cukup lihai membawakan tentang dongeng.

Lelaki bertubuh gempal itu bahkan sangat identik dengan ekspresi yang bisa terlihat lebih orgasmik, namun bisa tampak seakan membuai khayalan para pendengarnya.

Slamet tak sedang sendirian. Imron Supriyadi yang akrab disapa Mas Im juga turut berbagi ilmu mendongeng untuk para peserta didik dan para guru. Sebuah percakapan liris, tapi jenaka. Seketika suasana pun makin terasa lebih ‘hidup’.

“Betulkah dongeng memiliki ‘nyawa’? Itu power, kan…?,” Mas Im seakan berkata toh dongeng begitu disenangi banyak orang yang tiada kenal usia.

Dan, sesekali tubuh Slamet dan Mas Im sepertinya masih tegak menengadah, dengan kedua tangan  berpaut ke belakang, seolah berteriak, “Aaahh”.

Karya dongeng yang dikisahkan Slamet Nugroho di Sekolah Dasar Negeri 241 Kota Palembang ini dikemas dalam momentum ‘Pelatihan Menulis Cerita dan Mendongeng’ berlangsung pada Kamis 26 Oktober 2017. Sebelumnya Slamet dan Mas Im berbilang sukses melatih para tenaga guru SD dalam penyampaian dongeng ke anak didiknya berlokasi di kota ini.

“Mendongeng di sekolah ini terlaksana berkat kerjasama Majalah Anak Palembang SUPER KIDZ dengan UPTD Diknas kota Alang-Alang Lebar Palembang dan Lembaga Pendidikan Pers Sriwijaya Palembang. Saya berharap guru-guru bisa menerapkan metode dongeng ketika menyampaikan pesan pendidikan kepada anak didiknya,” disebutkan Umroh, Kepala UPTD Diknas Alang-alang Lebar. Kata Umroh, dongeng pun akan membawa daya tarik tersendiri bagi peserta didik di sekolah-sekolah.

Lihatlah adegan per adegan dongeng yang dimunculkan oleh Slamet. Yang paling menarik ialah di saat ia menyuarakan tentang kisah dengan gaya intonasi yang terjaga seolah membuat pendengar luruh oleh dongeng.

“Menurut saya dongeng ini wujud nyata dari tanggungjawab moral kita di dunia pendidikan.  Dongeng itu penting untuk penyampaian pesan. Makanya, kita tertantang menggelar dongeng ke sekolah-sekolah,” ucap Fisika Fikri SSI, Pemimpin Redaksi Majalah SUPER KIDZ.

Beberapa manfaat, sambung Fisika Fikri, yang bisa diperoleh oleh tenaga pengajar di sekolah-sekolah dari sebuah dongeng. Antara lain, sebagai upaya menggali potensi baik dalam diri siswa maupun tenaga guru.

“Dalam pelatihan kali ini, kami berkeinginan mendorong bagaimana agar siswa dapat menuliskan cerita dan menuangkannya ke dalam kisah,” ujarnya.

Nuraini, S.Pd, M.Si, Kepala SD Negeri 241 Palembang menyebutkan ia semakin optimistis kegiatan pelatihan dongeng di sekolahnya mencairkan serta memberi nuansa baru untuk proses belajar-mengajar.

“Harapan kami adalah nantinya anak-anak kian termotivasi dan bersemangat menulis cerita. Dan, bersiap-siap mendongeng,” Nuraini berharap. (RINALDI SYAHRIL DJAFAR)