PALEMBANG,HS – Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2015, Right Of Way (ROW) atau ruang bebas adalah ruang yang dibatasi oleh bidang vertikal dan horizontal di sekeliling dan di sepanjang konduktor SUTT, SUTET, atau SUTTAS di mana tidak boleh ada benda di dalamnya demi keselamatan manusia, makhluk hidup, dan benda lainnya serta keamanan operasi SUTT, SUTET, dan SUTTAS.

Oleh sebab itu maka dilakukan pemangkasan pohon yang berada di dekat jaringan listrik milik PLN. Tujuan utama dari pemampasan pohon adalah untuk menjaga keamanan pasokan listrik, karena di jaringan listrik tersebut terdapat penyebab terjadinya padam, yang salah satunya disebabkan oleh sentuhan tanaman dan layangan yang tersangkut.

Posisi aman jarak Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan pepohonan atau bangunan di bawahnya adalah kurang lebih 3 meter.

Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah S2JB Rosmalina mengatakan bahwa selama ini memang ada sedikit kendala di Dinas Tata Kota dan pemilik pepohonan tersebut yang tidak mengizinkan pihak PLN memampas pepohonan yang menggangu jaringan PLN tersebut. Padahal itu sangat menguntungkan bagi pemilik pohon tersebut.

“Ini rutin setiap hari kita lakukan karena untuk menjaga kehandalan pasokan listrik serta meningkatkan keamanan masyarakat. Untuk titik-titik pemampasannya sendiri  berada di seputar jalan protokol di Kota Palembang”, ujar Rosmalina.

Mengapa untuk meningkatkan keamanan masyarakat? Sebab pohon yang berada terlalu dekat dengan jaringan PLN berpotensi menyalurkan listrik ke tanah di sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan konsleting yang berpotensi menimbulkan sengatan listrik dan kebakaran.

Dijelaskan Rosmalina, selain pemampasan pohon yang berada di dekat jaringan PLN, pihaknya juga akan memperbaiki kontruksi jaringan seperti pengencangan andongan yang melendot.

“Salah satu pekerjaan kita hari ini melakukan pengencangan andongan atau jaringan yang melendot. Dengan adanya perbaikan tersebut diharapkan tidak ada lagi gangguan konduktornya. Selain itu, penyebab padam tersebut dikarenakan kerangka layang-layang yang menyangkut di jaringan PLN. Petugas kita akan terus mengecek dan  membersihkannya setiap hari,” tambah Rosmalina.

Sementara, Manajer PLN Rayon Rivai Puput Septemberini menghimbau kepada masyarakat Kota Palembang agar tidak bermain layangan di dekat jaringan PLN karena akan mengganggu kehandalan pasokan listrik.

“Layangan juga bisa menjadi penghantar listrik karena sering menyangkut di jaringan kami. Ini juga demi keamanan dan keselamatan anak-anak,” ujar Puput.

Lebih lanjut Puput mengatakan bahwa banyak hal yang harus diperbaiki terutama dari sisi peralatan.

Sebenarnya pemadaman tidak diinginkan oleh PLN, namun demi keamanan petugas, PLN terpaksa memadamkan sementara waktu.

*PLN Area Palembang Perang Padam*
PLN Area Kota Palembang juga mempunyai moto “PERANG PADAM”, dimana PLN berusaha memastikan pasokan listrik ke pelanggan dapat berjalan secara continue. Apabila terjadi padam karena gangguan, maka secepatnya PLN mencari penyebabnya dan kemudian mencari solusi agar tidak terulang. Ini menjadi suatu tantangan bagi PLN, khususnya di Kota Palembang yang pada Bulan Agustus mendatang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Untuk mencari gangguan itu susah-susah gampang, jadi kami mohon kepada pelanggan, apabila terjadi pemadaman atau menemukan gangguan seperti ledakan gardu, tiang miring, kabel tersangkut, dan sebagainya agar dapat segera menginformasikan ke Contact Center PLN 123,” ujar Puput.

PLN berkomitmen untuk memerangi listrik padam. Sebisa mungkin padam di pelanggan itu tidak terulang kembali. PLN juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki jika terjadi pemadaman listrik.(RILL)