Plh Bupati Banyuasin, RA Supriono.

Plh Bupati Banyuasin, RA Supriono.

BANYUASIN, HS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memastikan, pembangunan dermaga yang terletak di Desa Karang Baru, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin akan selesai pada tahun 2017 mendatang.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya progres pengerjaan dermaga yang nantinya dapat menghubungkan antara Muara Telang dan Sumber Marga Telang ini telah mencapai 80 persen. Artinya hanya menyisakan 20 persen pembangunan saja.

“Jika tidak ada halangan berarti, Insyaallah di 2017 mendatang pembangunan dermaga akan segera terealisasi dan dapat digunakan sebagai akses penghubung bagi masyarakat yang ada di Muara Telang dan Sumber Marga Telang,” kata Plh Bupati Banyuasin, RA Supriono baru-baru ini.

Terlebih, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sudah memastikan akan melanjutkan pembangunan dermaga yang sempat tertunda beberapa tahun tersebut.

Ini setelah Pemkab Banyuasin melalui Dinas Perhubungan Banyuasin berjuang melobi pembangunan dermaga tersebut ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar dapat disetujui usulan pembangunannya.

“Maka kedepannya warga Muara Telang dan juga Sumber Marga Telang dapat menggunakan dermaga tersebut menjadi penghubung menuju Palembang dan daerah lainnya. Kendaraan bisa pakai ponton untuk melintasi sungai, tidak lagi pakai transportasi air,” terang Supriono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kabupaten Banyuasin, Supriadi mengatakan, Pemkab Banyuasin melalui Dishubkominfo Banyuasin akan membangun dermaga dari Kecamatan Sumber Marga Telang di Karang Baru menghubungkan ke dermaga Desa Sri Menanti, Kecamatan Muara Telang untuk kapal penyeberangan.

“Pembangunannya menggunakan dana dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI,” ucap dia.

Diakuinya kalau selama ini warga yang memiliki kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa hanya memakai di Kecamatan Marga Telang saja. “Tidak bisa keluar,” beber dia.

“Yang akan dibangun pada tahun depan yaitu dermaga Sri Menanti, Kecamatan Muara Telang. Jika sudah selesai dibangun maka Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga akan memberikan bantuan berupa kapal ponton berukuran sedang. Kapal ponton itu sendiri dapat menampung 6 kendaraan roda empat dan beberapa kendaraan sepeda motor. Bahkan untuk waktu operasional kapal ponton itu bisa 5 kali sehari,” sambung dia.

Mengapa hanya mengusulkan pembangunan dermaga, karena kalau membangun jembatan di wilayah tersebut dipastikan akan mengeluarkan biaya yang cukup, dan tidak hanya mengandalkan dana APBD Banyuasin tapi APBN juga.

“Lebarnya sekitar 400 meter, dan itu cukup besar,” pungkasnya. (RAM)