Wakil Ketua Komisi II DPRD Muaraenim, Ersangkut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Muaraenim, Ersangkut.

MUARAENIM, HS – Wakil Ketua Komisi II DPRD Muaraenim, Ersangkut bersama Komite Eksekutif Badan Aset Negara (BPAN) DPC Aliansi Indonesia Muaraenim, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaraenim untuk menyaksikan dan memeriksa pengadaan mebeler Dikbud Muaraenim menggunakan dana APBD 2016 senilai Rp 2,5 miliar.

Mereka mengkhawatirkan meja dan kursi jenis kayu jati untuk pengadaan sekolah SD Negeri se-Kabupaten Muaraenim itu, tak sesuai spek yang ditentukan.

Mebeler tersebut tiba di Kantor Dikbud Muaraenim diangkut menggunakan 3 unit truk fuso.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan bersama aliansi, ternyata benar mebeler meja dan kursi tersebut menggunakan bahan kayu jati sesuai spek dan didatangkan dari Jepara,” jelas Ersangkut.

Mereka mendesak Dikbud agar pengadaan mebeler kursi dan meja yang menggunakan bahan kayu jati terlebih dahulu dibawa ke Kantor Dikbud untuk diperiksa oleh semua pihak.

Selama ini, pengadaan mebeler menggunakan bahan kayu jati tak pernah dibawa ke Kantor Dikbud. Melainkan langsung dibagikan ke setiap sekolah yang membutuhkan.

“Kami mendukung tindakan kontraktor, terlebih dulu dibawa ke Kantor Dikbud untuk diperiksa, baru didistribusikan ke setiap sekolah,” jelasnya.

Sementara, Komite Executif Badan Aset Negara (BPAN) DPC Aliansi Indonesia Muaraenim, Taufik Kadir menambahkan mebeler meja dan kursi tersebut benar benar kayu jati.

“Kita minta Dikbud maupun SKPD lainnya agar setiap melakukan pengadaan di bawa ke kantor terlebih dulu untuk diperiksa sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Sementara, H Suhair, kontraktor yang mengadakan mebeler meja dan kursi menyambut baik langkah anggota dewan dan masyarakat.

“Saya berterima kasih mereka bersedia memeriksa mebeler yang saya adakan. Dengan demikian masyarakat luas bisa menilai apakah mebeler yang saya adakan sesuai atau tidak dengan speknya,” jelasnya. (EDW)