• WBU Ajak Generasi Muda Alang-alang Lebar dan Sukarami Tauladani Empat Pilar

 PALEMBANG, HS – Semangat untuk melibatkan penuh generasi muda agar menjadi yang terdepan mengisi kemerdekaan demi membumikan kesejahteraan di kota Palembang terus dialirkan oleh Wasista Bambang Utoyo akrab disapa WBU. 

“Nyatanya, masyarakat itu kan butuh pelayanan yang bersifat responsif, efektif, dan efisien. Ya, artinya apa? Saya berkeinginan para generasi muda teruslah melek soal teknologi,” disampaikan WBU ketika sosialisasi Empat Pilar MPR di kecamatan Alang-alang Lebar dan Sukarami, kota Palembang yang digelar beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan itu, WBU yang kini Anggota DPR/MPR RI Dapil 1 Sumatera Selatan juga kembali mengajak para generasi terdidik, pemuda, dan tokoh masyarakat supaya menjalin rasa kebersamaan dalam membangun bangsa lewat penguasaan ilmu dan teknologi. Pun yang tak pentingnya, setiap anak-anak muda adalah pewaris penerus tongkat kepemimpinan.

“Kita tahu, dunia terus bergerak seiring dengan kemajuan ilmu dan pengetahuan. Namun, sebagai bangsa yang besar pemahaman terhadap empat pilar hendaknya dijadikan pijakan bagi kita semua dalam mengikuti irama globalisasi saat ini,” sambung WBU.

Memang, lanjutnya, kini media sosial hadir pada berbagai kesempatan. Kendati begitu,  jadikanlah itu sebagai ajang untuk saling membagi informasi-informasi yang positif dan justure mampu meningkatkan profesionalitas diri masing-masing dengan menyonsong kegiatan kegiatan aksi nyata.

“Karena itu, saya ingin mengajak para kaula muda yang hadir di sini,  mari rapatkan barisan agar Anda semua menjadi pemuda yang tangguh. Bersama itu indah bila dikemas dengan kesepahamaan bahwa negara ini adalah milik kita semua rakyat Indonesia. Kita hidup di bumi Indonesia yang kaya dan makmur. Ya, kita harus bisa memanfaatkan, memelihara, dan menjaga serta melindungi bumi pertiwi dari gangguan pihak manapun,” WBU memaparkan arti penting Empat Pilar MPR.

Guna mengawal semua itu, ucap WBU, semua elemen perlu memperkukuh dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan yaitu  Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Insyaallah dengan empat pilar kebangsaan ini akan menjadikan kita semakin kuat dan tangguh sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya.  Bangunlah impian kalian setinggi langit, tapi janganlah lupa buat tangga menuju langit,” ia berpesan.

Usai WBU memaparkan arti pentingnya Empat Pilar Kebangsaan untuk generasi muda. Berikutnya acara dilanjutkan sesi tanya jawab. Bambang, Ketua Forum RT Kelurahan Sukodadi mengemukakan, ia menyadari teknologi yang berkembang di tengah-tengah masyakarat luas mengalami sebuah percepatan luar biasa.

“Pak Wasista Bambang Utoyo, kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar.  Tema yang disampaikan benar-benar saat ini sedang kita alami bersama di mana percepatan kemajuan teknologi melebihi kemajuan zaman yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu Hadi, tokoh pemuda asal Sukarami  berkisah, sosialisasi yang terus dilaksanakan oleh MPR hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum bagi seluruh aparatur negara maupun masyarakat dalam membangun semangat kebangsaan yang dibangun mulai dari keluarga masing-masing.

Era digital saat ini tidak dibatasi ruang dan waktu.  Apalagi berita-berita terutama yang menyangkut penyelewengan uang negara masih terus saja yang berlangsung, serasa tidak ada rasa malu sedikitpun bagi oknum penyelenggara negara bila disiarkan ke masyarakat. Senyum simpul tetap mereka sajikan, sembari melambaikan tangan dengan menebar senyum.

“Menurut Pak WBU sendiri, ini pertanda apa? Apa dan dari mana kita harus menyelesaikannya?,” cetus Hadi.

Gayung pun bersambut. WBU coba menceritakan bagaimana pengalamannya ketika duduk sebagai wakil rakyat. Secara pribadi ia selalu berdoa semoga tidak terjebak dengan kondisi yang dialami para aparatur negara tersebut.

“Alhamdulillah selama saya sebagai Ketua DPRD Sumsel tahun 2009 – 2014, dan juga sebagai anggota DPRD sebelumnya, saya sebagai aparatur negara berpijak pada nilai-nilai moral untuk selalu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.  Intinya jalani saja norma-norma.  Jalankan saja tugas kita sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Tanamkan rasa malu, jaga etika, dan yang tidak kalah pentingnya adalah jadi tauladan bagi semuanya. Yang saya lakukan adalah sering berhubungan dengan konstituen sehingga kita dapat menyerap aspirasi masyarakat,” terang WBU.

Nah, jika pertanyaannya pertanda apa, di mana salahnya, dari mana menyelesaikannya?  Lagi-lagi disinilah peran pendidikan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Contoh-contoh keberhasilan suatu negara untuk mengendalikan korupsi terutama pencegahan terus diperbaharui oleh para penegak hukum, diikuti dengan pendidikan moral, yakin sehingga pada gilirannnya secara lambat laun akan terkikis.  Kita berharap para pemimpin saat ini jangan melahirkan generasi yang korup pada masa mendatang,” ujarnya.

Ujang,  Ketua RW 03 Kelurahan Sukodadi mengatakan, salah satu kunci pokok agar generasi muda tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain, selain teknologi, sebaiknya bahasa Inggris juga dikuasai.

“Saya sepakat apa yang Pak WBU sampaikan jika kalau ingin maju dan berkembang harus dimulai dari dalam diri sendiri dan jangan mudah mengeluh,” cetusnya.

Nyonya Sulastianti, warga Alang-alang Lebar meminta supaya ada semacam pelatihan untuk para ibu-ibu rumah tangga. Dan, adanya bantuan untuk pengembangan usaha rumahan.

“Yang penting bagi saya usahanya benar, mengikuti ketentuan yang berlaku, dan jangan  ada pungutan satu rupiahpun. Itu saja, Pak,” katanya singkat.

Berselang beberapa menit, WBU coba menjawab, sebagai anggota DPR RI yang ada di Komisi VI, ia selalu membukakan jalan untuk pelaku IKM dan UKM yang lahir di Sumsel.

“Pertanyaan yang bagus Ibu Sulastianti. Cukup banyak program-program dari Kementerian yang diperuntukkan bagi masyarakat luas. Guna membangkitkan hal ini sebagai Anggota DPR RI yang ada di Komisi VI saya berusaha untuk membukakan jalan bagi pelaku IKM dan UKM yang ada di Sumsel. Contohnya Pelatihan Wirausaha Pemula Tahun 2017 dan 2018 dari Kementrian Koperasi dan UKM.  Program lain dari Kementrian Perindustrian untuk Daerah Potensial Tahun 2017 dan 2018. Alhamdulillah sudah dinikmati oleh sebagian pelaku IKM dan UKM di Kota Palembang dan Banyuasin.  Ini akan terus saya upayakan, baik itu melalui program CSR dari BUMN,” diutarakan WBU. (rinaldisyahrildjafar)