img_20160929_102439

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing

PALEMBANG,HS – Di tahun 2017 Pemerintah provinsi Sumsel Akan kembali mengalami defisit Anggaran Karena kebutuhan lebih besar dibandingkan pendapatan.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing mengakui bahwa ditahun 2017  akan mengalami defisit anggaran  Namun, meskipun begitu dalam penyusunan anggaran harus tidak boleh terjadinya selisih tersebut.

“Harus ada yang menutupi  dari sector manapun. Dan kami belum tahu itu,” ujar tobing diruang kerjanya minggu (2/9).

Dia juga menegaskan, yang jelas defisit itu harus dihilangkan. Menurutnya, PAD saat ini menentukan juga untuk tahun 2017 mendatang. Jika PAD tercapai otomatis tidak dapat menutupi untuk tahun 2017 mendatang.

“Karena itu, kita lihat dulu capaian PAD tahun ini,tegasnay.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel, Marwan Fansuri,

“Ya, Ditahun 2017 mendatang, belanja itu lebih besar dibandingkan pendapatan,” urainay

Dia juga menjelaskan, berdasarkan perkiraan sementara untuk pendapatan yakni sebesar Rp 6 triliun sedangkan untuk belanja sendiri itu sekitar Rp 8,5 triliun. Artinya, bakal mengalami defisit sekitar Rp 1,9 triliyun.

“Ini berdasarkan rapat pertama Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAD) Sumsel,” terangnya.

Untuk tahun 2016 ini, lanjut Marwan capaian Pendapatan Asli Daera (PAD) Sumsel sekitar 76 persen dari total Rp 775 miliar. Sektor PAD terbesar sendiri yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama (BBN).

“Saat ini dalam sebulan PAD yang diterima sekitar Rp 110 miliar dari hasil pemutihan. Kami optimis sampai dengan akhir tahun capaian PAD ini dapat mencapai target. Karena itu kami mengharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” harapnya.

Dirinya menambahkan, untuk tahun 2017 mendatang, target PAD akan ditingkatkan lagi. Namun, untuk  angkanya tidak terlalu ingat. “Ya, sekitar 10 persenlah meningkat dari tahun ini, Kami optimis dapat tercapai mengingat tahun lalu dari sector PKB ini melebihi target yakni 101 persen,” tutupnya.(MDN)