PALEMBANG,HS – Beberapa waktu lalu pemerintah kota Palembang, menyegel bakso granat mas Azis dijalan Inspektur Marzuki, Pakjo, tapi sore harinya segel tersebut dibuka kembali.

Terkait pembukaan segel bakso granat tersebut, mendapat komentar pedas dari sejumlah pedagang kaki, banyak pedagang menganggap Pemkot Palembang dinilai tebang pilih dalam melaksanakan aturan.

Seperti yang disampaikan Ruslan, salah satu pedagang kali lima di kawasan Jl. Jend. Sudirman Palembang, yang merasakan sikap yang tidak adil dengan kejadian penyegelan bakso granat yang sedang ramai di media.

“Ya, pemkot dak adil, cubo giliran kami ditertibkan, barang-barang kami diangkut. Begitulah nasib pedagang kecil pak,” katanya

Hal yang sama juga disampaikan beberapa pedagang minuman di kawasan BKB, yang menggerutuh mendengar kejadian penyegelan bakso Granat Mas Azis.

“Biaso dek, kalo kami ditertibke sampe diangkut-angkut bahkan ado yang digebuki. Giliran pedagang besak yang salah, di diam ke bae,” ungkap beberapa pedagang yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Sementara itu, Ketua Serikat Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Palembang Darwis mengatakan, sudah sewajarnya jika para pedagang kaki lima di Kota Palembang merasa tidak adil dengan sikap Pemkot Palembang terkait tindakan terhadap Bakso Granat Mas Azis.

Perbedaan penindakan yang dilakukan pihak Pemkot kemarin terhadap gerai bakso yang terletak tidak jauh dari SMAN 11 Palembang tersebut, sangat tidak adil bagi seluruh pelaku pedagang kaki lima.

Dimana cara penindakan terhadap pedagang kaki lima sering kali membuat para pelaku pedagang kaki lima kalang kabut pada saat berdagang, bahkan tak jarang juga samapai mendapat tindakan kekerasan hingga barang dagangan diangkut.

“Berbeda sekali penindakannya dengan PKL. Dimana, sebut saja bakso granat mendapat perlakukan cukup istimewa,” ungkapnya via pesan singkat, Kamis (24/10/19).

Darwis pun merasa, perlakuan Pemerintah Kota Palembang dalam hal pelaksanaan Peraturannya, terkait persoalan Bakso Granat Mas Azis dirasakan kurang adil, bahkan terkesan tebang pilh.

Dimana, dalam pelaksanaan proses yang dilakukan, terkesan main-masin dengan penyegelan yang tidak berlaku lama bahkan tidak sampai berhari.

“Saya dengar pagi disegel soreh sudah dibuka kembali Coba kalo pedagang kaki lima, ketika pedagang ditegur, maka tak jarang barang – barangnya diangkut dan diamankan sampai berhari-hari. Belum lagi ada oknum yang memanfaatkannya untuk meminta uang tebusan,” ujarnya.

Darwis berharap, Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini Walikota Palembang yang menandatangani SK penyegelan dapat bersikap lebih adil.

Jangan sampai ada perlakukan tebang pilih dalam hal menegakkan aturan. Terpenting perlakukan harus adil dan ada pembinaan yang baik terhadap pedagang kaki lima. Sehingga pihaknya siap membantu kelancaran apa yang di programkan oleh Pemerintah Kota Palembang.

“Kami berharap Walikota untuk berlaku adillah terhadap kami pedagang kaki lima ini. Kami pedagang kaki lima juga siap berkontribusi terhadap kebijakan Pemerintah Kota Palembang, tidak hanya pedagang besar seperti Bakso Granat Mas Aizs, dengan tidak melakukan penerapan yang kurang bersahabat dengan para pedagang kaki lima,” tutupnya