granat_20160813_171604

Anang, bocah laki-laki yang masih berusia enam tahun, menenteng kantong plastik warna hitam dan masuk ke halaman Mapolresta Palembang, Sabtu (13/8/2016) siang.

PALEMBANG,Haluan Sumatera – Berjalan santai dengan langkah kaki kecilnya, Anang, bocah laki-laki yang masih berusia enam tahun, menenteng kantong plastik warna hitam dan masuk ke halaman Mapolresta Palembang, Sabtu (13/8/2016) siang.

Tiba di pos penjagaan, Anang pun menyerahkan kantong plastik yang dibawanya.

Namun petugas pun sontak langsung terkejut. Setelah dibuka dan mengetahui isi kantong plastik yang dibawa Anang berisikan satu granat tangan jenis nanas yang masih aktif.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SD ini mengakui menemukan granat aktif saat bermain di aliran anak sungai dekat tempat tinggalnya di kawasan Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang, tepatnya di samping Gedung Kantor Kejati Sumsel.

Ketika itu Anang seperti biasanya mencari remis di dasar anak sungai yang airnya sedang surut. Saat meraba-raba pasir, Anang merasakan ada bongkahan besi.

Anang pun mengambil granat tersebut dan dibawa ke rumahnya.

Tiba di rumah, Anang tak mengira bahwa bongkahan besi sebesar kepalan taangan orang dewasa ini adalah granat nanas.

Anang sempat membersihkan granat dengan cara disikat. Bahkan Anang juga sempat memainkan pelatuk granat yang fungsinya sebaaagai pemicu ledakan.

Anang pun kemudian memberitahukan kepada Desti, ibunya.

Desti pun sontak terkejut bahwa bongkahan besi yang diperlihatakan Anang adalah granat.

Desti pun meminta bantuan tetangganya untuk menemani Anang untuk menyerahkan granat ke Polresta Palembang.

‪”Waktu lagi cari remis di bawah jembatan, tangan saya memegang besi. Saya kira besi kuningan, jadi saya bawa ke rumah dan dibersihkan. Lalu saya kasih tahu ke ibu dan ibu bilang besi itu granat bom. Ibu saya menyuruh bawa ke kantor polisi,” ujar Anang dengan polosnya.

Petugas yang menerima serahan granat dari Anang, langsung secepatnya menghubungi Tim Gegana Brimob Polda Sumsel.

Setelah dilakukan pengecekan dengan metal detector, granat yang ditemukan ternyata masih aktif.

Setelah menyerahkan granat aktif yang ditemukannya, Anang pun mendapatkan apresiasi dari petugas atas keberaniannya.

Bahkan saat pulang, Anang diberi uang saku oleh Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara.

“Dicek pakai metal detektor, ternyata berbunyi. Granat jenis nanas ini diduga masih aktif. Dilihat dari kondisinya, granat bukan dari peninggalan penjajah yang sudah lama di lokasi ditemukan. Karena granat terlihat masih baru dan tidak berkarat. Granat sudah diamankan Tim Gegana Brimob Polda Sumsel,” ujar Kompol Andi Kumara.