KayuAgung-HS, Kepala Sekolah dan Oknum Guru SMPN 1 Jejawi diduga Kangkangi Undangan-undang Nomor 40/1999 tentang PERS. Kepsek dan Oknum Guru tersebut telah melakukan tindakan dengan menghalangi-halangi kinerja wartawan.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu wartawan yang bertugas di OKI, menurutnya saat kami ingin melakukan peliputan berita di SMPN 1 Jejawi terkait yang ada di SMPN 1 Jejawi yang dipimpin NL, namun NL tersebut diduga enggan menemui wartawan apalagi mau dikonfirmasi, hingga akhirnya mengutus oknum guru berinisial A yang ada di sekolahnya untuk menemui wartawan yang pada saat itu sedang menunggu diruang tunggu, Rabu (30/01/2019).

Lanjutnya, setelah cukup lama menunggu akhirnya bertemulah oknum guru berinisial A, namun di sayangkan yang menemui tidak sesuai dengan yang diharapkan, bukannya di pertemuan dengan kepala sekolah justru wartawan harus berharapan lebih dulu dengan oknum guru di SMPN 1 Jejawi.

Sangat disayangkan kami di perlakukan layaknya seperti di interogasi, mewakili Kepala SMPN 1 Jejawi, oknum guru “A datang menemui wartawan lalu dengan bangganya menunjukkan sikap semena-mena dan arogannya kepada wartawan dengan menepuk pundak kita dengan kerasnya bebernya.

Tidak hanya oknum guru berinisial A saja, oknum guru yang satu lain berkata kamu itu siapa, tanyanya kepada kami,? dengan nada tinggi seperti berteriak lalu oknum guru SMPN 1 Jejawi itu mengatakan kepada kami (wartawan) jangan suka mengurusi perkerjaan orang, terangnya.
Tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akhirnya, wartawan yang hendak meliput tersebut berlalu dari SMPN 1 Jejawi, Ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H.Masherdata Musa’i melalui kepala Pembinaan (Kabid) SMP Dinas Pendidikan OKI, Dedi Rusdianto S.Pd.M.Si ,saat dikonfirmasi diruangan kerjanya mengenai tindakan Kepala SMPN 1 Jejawi dan Oknum guru terhadap wartawan tersebut, Rabu (30/1/2019) sangat menyayangkan dengan sikap Kepala Sekolah dan Oknum Guru SMPN 1 Jejawi yang di duga telah menghangi-halangi kinerja wartawan, membentengi diri dan bersikap arogan.

“Akan kita panggil yang bersangkutan dan juga akan kita berikan tindakan tegas serta akan serta apabila terbukti maka kita tidak akan segan-segan memberikan sanksi Kepegawaian secara administrasi kepada yang bersangkutan, tegasnya.

Sementara itu salah satu aktivitas di Sumatera Selatan Aliaman SH mengacam keras tidakan yang dilakukan oleh oknum kepsek dan guru SMPN 1 Jejawi tersebut, “Wartawan merupakan salah satu dari pilar demokrasi, kebebasan PERS sebagai mana yang diatur dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tetang PERS. dalam pasal 18 ayat 1 disebutkan “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghangi kerja Pers, dipina dengan penjarah paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp.500 juta. ini adalah tindakan kekerasan terhadap wartawan, ini jaman keterbukaan. Kalau tidak ada permasalahan kenapa harus takut, siapapun tamu yang datang harusnya dijamu dengan baik, apalagi wartawan merupakan mitra kerja pemerintah dan dilindungi oleh Undang-undang”. tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan oknum Kepsek dan Oknum guru SMPN 1 Jejawi tersebut sebelum dapat dikonfirmasi. (Tim)