foto (ist)

PALEMBANG,HS — “Jauh Panggang dari Api” itulah perumpamaan kegundahan dari para pedagang pernak-pernik Asian Games 2018 yang tergabung dalam even Sumsel Expo Dekranasda Jakabaring Palembang,  Minggu (19/8/2018).
Berharap mendapatkan untung,  puluhan pedagang malah rugi karena dagangan mereka sepi pembeli. Omzet yang dibayangkan hingga jutaan rupiah, hanya didapat Rp 50 ribu perhari.
Dari pantauan di lapangan sejak resmi dibuka pada 16 Agustus lalu even Sumsel Expo sepi dari pengunjung. Target sebelumnya hingga 8 ribu pengunjung tak terealisasi,  para pembelian pun bisa dikatakan dapat dihitung pakai jari hanya puluhan orang saja.
Tak ayal dengan kondisi tersebut pedagang pun terpaksa gigit jari karena dagangan mereka sepi pembeli. Lokasi yang cukup jauh dari venue pertandingan di Jakabaring Sport City (JSC), serta harga tiket parkir yang mahal Rp 5.000 untuk motor dan Rp 25 ribu untuk mobil disinyalir menjadi faktor lainnya sepi pengunjung datang ke Sumsel Expo.
Asti seorang pedagang pedagang di sana merasa sangat kecewa dengan apa yang ia dapat dalam pameran Sumsel Expo  melalui sebuah perusahaan. Datang jauh-jauh dari kabupaten Empat Lawang,  fasilitas yang ia terima tidak sesuai dengan perjanjian disaat pendaftaran.
“Zona yang saya pilih zona C  Rp 3 juta. Saya sangat kecewa dengan pengelola,  karena stan yang dijanjikan tidak sesuai seperti sketsa pendaftaran,” jelasnya.
Tak hanya sepi pengunjung,  kekecewaan para pedagang juga tersulut lantaran banyak sekali pedagang kaki lima yang pada awalnya kami tidak boleh menjual produk disyaratkan oleh panitia, ternyata dihari pelaksanaan banyak pedagang kaki lima melanggar persyaratan dari pihak panitia.
Alhasil, kening para pedagang pun terpaksa mengkerutkan dahinya lantaran omzet didapatkan hanya Rp 35 Ribu sampai Rp 100 ribu.
“Omset perhari kami hanya  Rp 50 ribu seharian dari pagi sampai malam, kalau saya jualan online saja biasanya sehari dapat Rp 350 ribu,” pungkasny
Meny, pedagang lainnya mengungkapkan bagaimana dagangan mereka mau laku sedangkan pedagang kaki lima semakin menjamur dengan lapak seadanya tanpa mengikut Sumsel Expo.
Janji akan menertibkan para pedagang kaki lima pun tinggal lah janji, harapan dapat omzet besar ternyata hanyalah mimpi belaka di gelaran Asian Games 2018.
“Bagaimana mau dibeli kalau tidak ada yang lewat,  pembeli banyak berlari ke kaki lima.  Harapan dapat omzet Rp 1 juta ternyata hanya Rp 50 ribu,” tuturnya
Seperti diketahui sebelumnya,  Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengapresiasi event tahunan Sumsel Expo 2018 yang digelar di Dekranasda Jakabaring Palembang, Kamis (16/08/2018).
Menurutnya, ini membanggakan karena diselenggarakan tanpa menggunakan APBD.
Ia mengatakan, pelaksanaan Sumsel Expo yang ke-7 tahun 2018 ini sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-73 serta Pelaksanaan Asian Games 2018.
Tujuan dari penyelenggaraan ini sangat banyak dan positif antara lain dapat mempromosi hasil-hasil pembangunan baik dari tingkat kementerian, provinsi maupun kabupaten/Kota.
“Ada satu hal yang barangkali patut dihargai dalam acara seperti ini, yakni menerapkan strategi mengadakan acara tanpa menggunakan dana APBD, atau istilahnya strategi getah basah,” tutupnya