PALEMBANG,HS – LRT Palembang membawa untung bagi masyarakat Kota Palembang, selain untuk menghindari dari panas [teduh], LRT juga untuk tempat berteduh di kala  musim hujan seperti saat ini.
Dilihat dari sisi materi, bagi perusahaan pengelolanya LRT mungkin belum mampu memberikan pendapatan yang diharapkan [keuntungan]. Terlebih ‘Spur Dipucuk’ sebutan mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, baru beroperasional se umur jagung, tepatnya pada saat Asian Games, Agustus lalu.
Dibangunnya LRT atas gagasan Alex Noerdin, gunanya salah satunya untuk menguraikan kemacetan di Kota Palembang. Namun mungkin saat ini mantan gubernur Sumsel ini tak sadar jika LRT sudah menjadi ‘Payung Terpanjang sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan [multi manfaat].
Pantauan ST, dari pinggiran ruas Jalan Kol. H. Barlian Palembang, Rabu (27/11/18), saat turun hujan lebat,  banyak masyarakat memanfaatkan rel lintas LRT  untuk tempat berteduh dari hujan.

“Alhamdulillah, terima kasih, Pak Alex, sudah menjadi Palembang maju, terus saat hujan panas kami bisa bertenduh, karena Pak Alex sudah membantu membangun ‘Payung Terpanjang’, untuk berteduh disaat nunggu hujan berhenti, dan untuk berteduh ketika panas terik,” ungkap Aziz seorang Warga Palembang yang tengah berteduh menunggu hujan reda

Aziz mengatakan, sebenarnya dia mau pulang ke kos-an di Kawasan Kebun Bunga Palembang dari tempat kuliahnya diperguruan tinggi di daerah Plaju, tiba – tiba hujan datang, terpaksa dia mengambil alternative, seperti pengendara lainnya.

“Saya ikutan saja pak, liat rame ya kita ikut juga, tapi tetap tak mengganggu lajur jalan mobil sepertinya,” terangnya.

Hal senada diungkapkan, Leli, Warga Sei-Selayur, ia mengatakan sangat  beruntung adanya LRT, dulu sebelum adanya LRT, terjebak hujan deras sulit menghindar.

“Tapi saat ini ketika hujan turun dengan deras, tinggal kendaraan roda diparkir di bawah LRT dan tidak kehujanan,ada untungnya juga mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, aman dech.he..he,” katanya sembari tersenyum