Foto (Ist)

 

PALEMBANG,HS – Dana Program Keluarga Harapan (PKH) telah terbukti meningkatkan kesejahteraan warga miskin. Pasalnya, keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjadi peserta PKH sudah berhasil keluar dari kategori warga miskin.

Dari tahun 2018 hingga triwulan pertama tahun 2019.  Jumlah KPM yang keluar dari PKH sebanyak 909 KPM. Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat banyak warga yang berhasil memanfaatkan dana PKH untuk menambah pendapatan keluarga.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumsel, Rosyidin Hasan melalui Kabid Penanganan Kemiskinan, Adi Darmadi didampingi Kepala Seksi PKH Dayat mengatakan saat ini sudah banyak KPM yang tergraduasi menunjukkan jika program PKH sudah sesuai dengan sasaran.

“KPM yang tergraduasi sudah masuk kategori sejahtera dan bisa mandiri. Sehingga, bantuannya distop,” jelasnya, Senin (18/3).

Penyaluran dana PKH di tahun ini terus diperketat. Setelah adanya MoU dengan Polri dalam hal pengawasan. Jadi banyak KPM yang sudah dalam kategori sejahtera masih menerima bantuan. Dan penyalurannya semakin diperketat.

“Jadi kalau ada KPM yang layak terdegradasi, pasti kita usulkan dan juga nantinya penyaluraan akan diperketat,” katanya.

Lanjut Dayat, juga tidak bisa memaksakan untuk tetap menjadi peserta PKH. Kendala selama ini, banyak yang masih mengaku-ngaku miskin. Makanya, peran kepolisian sangat penting agar dananya tepat sasaran. Selain itu, langkah sejumlah Dinsos Kabupaten/.kota yang menempeli stiker keluarga kurang mampu di rumah KPM juga meningkatkan jumlah KPM yang tergraduasi.

“Banyak dari warga enggan ditempeli stiker di rumahnya lantaran dari sisi ekonomi sudah mapan. Mereka memilih mundur mengikuti program PKH karena memang sudah sejahtera,” tutupnya