Kondisi sawah petani yang rusak akibat banjir.

Kondisi sawah petani yang rusak akibat banjir.

MUARAENIM, HS – Puluhan hektar sawah di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim dipastikan rusak parah akibat banjir yang terjadi sejak Senin (14/11) lalu. Tidak hanya sampai disitu, bahkan saluran irigasi pun ikut ambrol, diantaranya adalah saluran yang dikelola Kelompok Tani Beringin di Desa Embawang yang kerusakan saluran irigasinya sekitar 300 meter.

“Untuk data sementara ada sekitar 93 hektar sawah yang rusak. Namun, diperkirakan sawah yang rusak jumlahnya mencapai ratusan hektar,” ungkapnya Kepala BP3K Kecamatan Tanjung Agung Maman Suherman, Selasa (15/11).

Dikatakan Maman, data sawah yang rusak dikarenakan banjir diantaranya, di Desa Tanjung Baru seluas 3 hektar, Desa Lebak Budi 8 Hektar, Desa Pandan Enim 45 hektar, Desa Padu Raksa 20 Hektar, Embawang 12 hektar dan Desa Lesung Batu seluas 5 hektar.

Ditambahkannya, sedangkan kerusakan bronjong terparah dan bisa membuat petani tidak bisa menggarap sawah, yakni di Desa Pandan Enim, beronjong rusak sekitar 100 meter di Ataran Ulak Rengas yang menopang untuk 106 hektar sawah. Dan, Ataran Pulau Tengah yang beronjongnya rusak sekitar 50 meter yang menopang sekitar 29 hektar persawahan.

Data ini sudah kita laporkan ke Dinas TPH Kabupaten Muaraenim,” tambahnya.

“Bukan hanya itu, kerusakan irigasi sawah juga ikut menyusul, salah satunya kerusakan yang dialami persawahan Koptan Beringin di Desa Embawang yang kerusakan, saluran Irigasinya sampai sekitar 300 meter. Akibat kerusakan saluran irigasi ini, mengancam petani tidak bisa menanam padi,” jelasnya. (EDW)