Arya (18), pasien gizi buruk di RS Talang Ubi, PALI.

Arya (18), pasien gizi buruk di RS Talang Ubi, PALI.

PALI, HS – Arya hanya bisa terbaring lemas di salah satu kamar inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (18/10). Bocah yang baru berumur 18 bulan itu sesekali teriak menangis merintih, meskipun lingkungan sekitar tidak mengerti maksud dari tangisan bocah asal Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI ini.

Kondisi badannya kini sangat memperihatinkan, hanya tinggal tulang di bungkus kulit saja. Padahal normalnya, berat bocah seumuran Arya harusnya sekitar 10 – 12 kg, namun yang dialami Arya antiklimaksnya, berat badannya hanyalah 5 kg saja.

Buah hati dari pasangan Mariah (19) dan Alex (19) ini didiagnosa oleh pihak RSUD Talang Ubi, Kabupaten PALI mengalami kurang gizi atau gizi buruk.

Kondisi Arya seperti ini bukanlah tanpa sebab. Ibunya, Mariah, mengungkapkan bahwa pasca perceraian yang dialami oleh dirinya dan Alex sang suami satu tahun lalu, Arya diambil paksa oleh ayahnya.

“Kira-kira enam bulan lalu, Alex mengambil secara paksa Arya. Sejak itulah Arya dirawat sang ayah, namun diduga kurang perawatan serta pengawasan dalam segi pemberian makan. Badan Arya semakin menyusut hingga kondisinya seperti sekarang,” terang Mariah dengan sesekali meneteskan air mata melihat kondisi anaknya yang terbaring lemas.

Ketika salah satu keluarga Mariah, kemarin Senin (17/10) lewat depan rumah mantan suaminya, terlihat Arya menangis sendirian dengan kondisi badannya kurus kering tak terawat, kemudian diambil dan langsung dibawa ke Puskesmas Abab. Karena kondisinya lemah, Arya lalu dirujuk ke RSUD Talang Ubi, tadi malam (Senin/17/10).

“Aku tidak tahu perkembangan Arya sejak diambil ayahnya. Aku relakan saja ayahnya ambil Arya tanpa sepengetahuan aku, karena mungkin ayahnya ingin merawatnya. Tetapi aku kaget, ketika paman aku membawa ke rumah sakit, Arya dalam kondisi seperti ini,” tambah Mariah.

Dengan kejadian itu, Mariah tidak akan mengijinkan kembali anaknya untuk diasuh oleh mantan suaminya.

“Kalau laki-laki tidak seperti perempuan dalam mengasuh anak, karena laki-laki banyak waktu di luar, dan contohnya seperti anak aku ini. Dan kalau bekas suami aku minta lagi Arya, tidak aku berikan lagi, takut nanti terulang, sebab Arya saat ini butuh perhatian khusus untuk memulihkan kondisinya,” tandas wanita yang mengaku bekerja sebagai pelayan rumah makan dengan gaji hanya cukup untuk makan saja.

Sementara itu, dr David, salah satu dokter yang menangani Arya menyatakan bahwa pasiennya mengalami kurang gizi.

“Dari keadaan fisik pasien, dia mengalami gizi buruk. Ini diakibatkan asupan gizinya kurang, dan dari riwayat orang tuanya, mungkin karena kurang perawatan. Untuk tindakan selanjutnya, pasien Arya kita serahkan ke dokter spesialis anak,” jelasnya. (MAN)