polda sumsel

PALEMBANG, HS – Kesadaran budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi memerlukan proses yang terus menerus dan intensif, sehingga dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Untuk itu, dalam berbagai kesempatan anggota Dirlantas Polda Sumsel melakukan penyuluhan dan pembinaan ke berbagai tempat. Termasuk ke sekolah-sekolah,”ungkap Ipda Zarkasih Edi Anggota Dirlantas Polda Sumsel, saat didaulat menjadi pembina upacara di lapangan upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Senin (22/)

Dalam amanatnya, Ipda Zarkasih menyampaikan, Program ini merupakan salah satu program untuk melakukan pendekatan antara anggota Polri dengan pelajar di Sumsel. Hal ini tidak lain bertujuan untuk terus mengajak para pelajar menjaga keamanan dan keselamatan berkendaran, baik kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat, ujarnya.

Lebih lanjut Ipda Zarkasih menghimbau tujuh hal yaitu, taati semua peraturan dan perundang-undangan lalu lintas, tidak melawan arus pada saat berkendaraan, menggunakan helm SNI bagi pengendara maupun yang dibonceng saat mengendarai kendaraan dan tidak bonceng tiga, menyalakan lampu utama pada siang hari bagi kendaraan sepeda motor, memberhentikan kendaraan tidak melampaui garis marka dipersimpangan yang diatur dengan alat pengatur isyrat lalu lintas. Dia  juga menerangkan jenis dan fungsi rambu lalu lintas yang terpasang di jalan raya. Mulai dari rambu marka, lampu traffic light dan rambu yang ada di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

”Semua pengguna jalan, pengemudi kendaraan bermotor wajib mentaati dan mematuhi rambu tersebut. Jika melanggar maka akan dikenakan sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku. Parkirlah pada tempatnya dan gunakan kunci tambahan, serta jangan menggunakan handphone sewaktu mengendarai kendaraan bermotor, ,” ungkapnya

Dalam kesempatan itu, Zarkasih berulang kali mengingatkan kepada pelajar yang belum memunyai Surat Izin Mengemudi SIM) supaya tidak mengemudikan sepeda motor atau mobil. Sebab, kendaraan bermotor hanya boleh dikemudikan oleh orang-orang yang sudah terampil berkendaraan.”Untuk mendapatkan SIM harus mengikuti ujian tulis dan praktik,” jelasnya.

Upacara bukan hanya dihadiri oleh tim anggota Polri dari satuan Dirlantas Polda Sumsel saja,  tetapi  hadir  pula kepala seksi Penmad Kemanag kota Palembang, H. Untung Gutmir, S.Pd, MM. (Hsn).