PALEMBANG,HS – Terkait pemberitaan tentang venue aquatic Jakabaring Sport City yang dinilai tak lagi terawat sebagai salah satu venue yang pernah digunakan pada hajatan pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara ( SEA Games) 2011, Direktur Utama JSC Meina Paloh membantah hal tersebut.

“Tidak benar jika venue aquatic ini berlumiut. Perawatan dan penjernihan air terus kami lakukan secara teratur”, jelas Meina Paloh.

Dilanjutkannya biaya perawatan penjernihan air menelan dana yang tidak sedikit. “Untuk penjernihan air melalui proses kimiawi saban bulan sebesar 36 juta rupiah, belum lagi biaya – biaya lainnya seperti listrik”, jelasnya.

Menurutnya pada beberapa waktu lalu, air di venue aquatic sempat berubah warna disebabkan membran (atap) venue aquatic rusak akibat diterjang angin puting beliung pada tahun lalu. “Membran aquatic ini beberapa ada yang jebol. Kita sudah membeli membran tersebut yang hanya bisa dibeli di luar negri dan pemesanannya memakan waktu satu tahun”,ungkap Meina Paloh.

Venue aquatic tetap dapat digunakan dan layak pakai bagi para atlit. Dari pantauan di lapangan juga terlihat sejumlah atlit tengah berlatih loncat indah.

Sementara, konsultan water treatment venue aquatic Andi Prata menjelaskan “, Total ada 350 kilogram kaporit, soda as, serta tawas yang digunakan untuk menjernihkan air”, tuturnya.

Dikatakan Andi Prata perubahan warna menjadi hijau di venue aquatic disebabkan hujan pada beberapa waktu lalu serta zat kimia yang digunakan untuk perawatan air.