Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. Widodo, M.Pd

PALEMBANG,HS-Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan akan menetapkan sistem verifikasi sertifikasi secara online guna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginan seperti adanya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dialami oleh staf Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Drs. Widodo, M.Pd mengatakan, ada beberapa apek yang akan diperbaiki pasca terjadinya OTT pegawainya beberaoa waktu yang lalu. Pertama, akan dibuatnya loket khusus pelayanan sertifikai, tujuannya agar tidak ada ruang arau cela yang bisa dimanfaatkan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua, pihaknya saat ini sedang menyiapkan aplikasi kepengurusan sertifikasi sehingga proses verifikasi dana sertifikasi bisa dilakukan melalui online dari sekolah masing-masing.

“Jadi dalam verifikasi dana sertifikasi tidak perlu lagi datang ke Disdik Sumsel. Cukup dikirm melalui aplikasi yang sudah disiapkan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Selama pelaksanaanya, lanjut Widodo, kepala sekolah akan diberikan tugas untuk mengawas dan memastikan kebenaran dan keaslian data yang dikirim melalui online tersebut. Sehingga kasek akan bertanggungjawab atas kebenaran dan keaslian dari data-data yang dikrimkan.

“Saat ini aplikasi masih disiapkan, kita berharap secepatnya bisa diterapkan,” imbuhnya.

Selain itu, Widodo akan segera membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dibeberapa lokasi di kabupaten/kota agar pelaksanaan dan pelayanan bagi guru tidak menumpuk di Disdik Sumsel lagi.

“Saat ini kita masih terkendala karena balum ada Permendagri yang dikeluarkan tentang pembentukan UPTD. Namun ditargetkan pada Agustus akhir atau awal September mendatang sudab bisa dibentuk dan melayani guru di wilayah masing-masing,” terangnya.

Widodo mengungkapkan, kasus OTT yang terjadi beberapa waktu yang lalu tentu akan berdampak pada berbagai bidang, salah satunya dalam masalah pelaksanaan layanan sertifikasi guru. Oleh karena itu, pihaknya menjadikan momentum OTT sebagai langkah pembenahan dalam pelayanan sertifikasi.

“Kita akan melakukan pembenahan dalam pelayanan sertifikasi. Kita ingin pelayanan sertifikasi guru menjadi lebih baik lagi dan terhindar dari kegiatan pungli,” ucapnya

Untuk saat ini, tambahnya, pelayanan verifikasi masih fakum namun data yang sudah masuk tetap dikerjakan agar diselesaikan. Kendati demikian, Widodo yakni pencairan sertifikasi pada triwulan kedua bisa segera dicarikan.

“Saat ini staf baru sudah ada, dalam beberapa hari ini pelayanan sudah bisa dilakukan. Guru dipersilahkan mengurus sertifikasi mereka secara gratis, dan jangan memberikan uang sedikitpun,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu guru Kota Palembang, Fitiani Ulandari menyambut baik peralihan kepengurusan sertifikasi menjadi sistem online.

“Jadi kami tidak perlu lagi datang ke Disdik dalam melakukan verifikasi berkas sertifikasi, cukup melalui online inilah dengan sistem inilah kita para guru bisa mengecek data kita apabila ada kesalahan dapat kita perbaiki,” ungkapnya (HSN)