PALEMBANG,HS – Kelulusan menjadi peristiwaberharga di setiap jenjang pendidikan. Tak terkecuali jenjang SMA/SMK yang tak lepas dari kegiatan perpisahan siswa.

Namun, karena wabah Covid-19 tengah mewabah sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel mengimbau untuk meniadakan kegiatan tersebut. Langkah ini dilakukan adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Plt. Kepala Disdik provinsi Sumsel, Riza Fahlevi menuturkan, berkaitan dengan berakhirnya masa pembelajaran siswa SMA/SMK kelas 12, kegiatan yang mengumpulkan orang banyak diimbau untuk ditiadakan.

Disdik meminta, kepala sekolah untuk melarang peserta didik untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan perayaan kelulusan yang nantinya akan di umumkan pada 2 Mei 2020 mendatang seperti corat-coret seragam, berkonvoi dan melakukan hal negatif.

“Saya juga minta kepala sekolah agar bekerjasama dengan para wali murid untuk mengawasi dan memastikan putra-putri berada dirumah,” ujar Riza saat dikonfirmasi melalui via Telepon, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Riza juga menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu dan mencegah adanya perayaan kelulusan.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Palembang, Zulkarnain mengungkapkan, sebelum ada imbauan pelarangan, pihaknya sudah melakukan pengarahan untuk peniadaan konvoi dan corat-coret baju bagi siswa kelas 12 pada beberapa bulan lalu pada saat pengumuman kelulusan nanti.

“Kami meminta siswa agar lebih fokus pada mencari pekerjaan,” jelas dia.

Sementara untuk prosesi perpisahan juga telah dibatalkan, mengingat penyebaran Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan para siswa untuk mengontrol mereka selama belajar dirumah. Terkait pembagian ijazah, diperkirakan bulan Juni atau Juli mendatang,” tutupnya.(In/RN)